Sumber: kemenag.go.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin menerima kunjungan kehormatan delegasi ulama Al-Azhar Mesir di Kantor Kemenag Jakarta. Seperti dilansir kemenag.go.id pada Senin (29/7), delegasi yang dipimpin Deputi Grand Syeikh, Pemimpin Tertinggi Al-Azhar, Syeikh Shaleh Abbas itu membicarakan tentang kerjasama Indonesia dan Al-Azhar, serta membahas terkait menguatnya paham radikalisme.

Pemimpin Tertinggi Al-Azhar, Syeikh Shaleh Abbas mengatakan, Islam adalah agama yang sesuai dengan fitrah kemanusiaan, dan salah satu karakter ajarannya adalah moderat. Sikap ekstrem bertentangan dengan fitrah. Bersikap ekstrem dan intoleran bukan hanya menyalahi ajaran agama, tetapi juga menyalahi fitrah kemanusiaan.

“Esensi berislam tidak menyakiti orang lain dengan ucapan dan perbuatan. Bersikap moderat berarti harus bersikap adil. Adil dalam pikiran, ucapan dan tindakan,” katanya.

“Pemikiran dan ideologi ekstrem harus dihadapi dengan pemikiran dalam bentuk counter narasi dan mengajarkan pemahaman Islam yang moderat. Di sini pendidikan memegang peranan penting. Tentu saja selain perlunya pengentasan kemiskinan dan pengangguran. Tidak sedikit anak-anak muda terjebak ke dalam kelompok ekstrem karena miskin dan tidak punya pekerjaan,” tambahnya.

Baca: Kemenag Siapkan Beasiswa Bagi Dosen Pendidikan Agama Islam

Sementara Syeikh M. Abu Zaid al-Amiri menambahkan pentingnya membuka wawasan umat agar bisa menyikapi perbedaan dan menghormati pendapat yang berbeda. Islam agama yang menghargai pluralitas (ta`addudiyyah). (aw/kemenag/telusur).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*