Sumber: kemenag.go.id

Surabaya, LiputanIslam.com– Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI), Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwa dalam beragama itu tidak cukup hanya menggunakan pendekatan logika, tetapi juga harus dengan rasa. Di dalam seni dan budaya tersimpan keindahan, dan Tuhan sendiri mencintai keindahan.

Demikian itu disampaikan Menag pada saat membuka secara resmi  kegiatan Festival Seni Keagamaan Hindu ke-3 Tahun 2019 di Surabaya, Jawa Timur, pada Rabu (18/09).

“Dan seni yang difestivalkan itu adalah upaya untuk agar rasa dalam diri kita terjaga dan terpelihara dengan baik, sehingga perlu diolah rasa itu. Agama tidak cukup hanya didekati dengan pendekatan logika saja tapi juga dengan rasa. Tuhan itu indah dan Tuhan mencintai keindahan,” ucapnya.

Menurut Menag, dalam festival ini tampak terlihat keberagaman dan kemajemukan bangsa Indonesia. “Kita tahu bahwa keragaman kita sungguh luar biasa. Tuhan menciptakan kita dalam berbagai keragaman itu kehendakNya, dan itu hakekatnya merupakan  anugerah kalau dengan kearifan mampu mensikapi keragaman itu sehingga dari keragaman itu lahir hal positif yang bisa kita dapatkan,” katanya.

Tuhan mentakdirkan bangsa ini begitu kaya, tidak hanya kaya alam, flora dan fauna tapi juga agama dengan berbagai paham yang menyertainya. Oleh karena itu, sebagai umat beragama kita harus mampu menangkap pesan agama, yakni berprilaku bijak dan memanusiakan manusia.

Baca: Wabup Bantul: Gerakan Moderasi Beragama Kemenag Wujudkan Kerukunan Antarumat

“Maka festival seni keagamaan ini haruslah kita tangkap ruh dan jiwa setiap seni yang dikembangkan, apalagi yang difestivalkan adalah seni keagamaan, maka esensi keagamaan itu harus kita tangkap. Yakni ajaran untuk senantiasa membawa kita berprilaku bijak dan memanusiakan manusia,” ungkapnya. (aw/kemenag/antara).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*