Sumber: detik.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) Indoneisa hingga Mei 2019 mencapai 386,1 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 5.444 triliun (asumsi kurs Rp 14.100).

Pertumbuhan ULN Indonesia tersebut melambat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 8,8 persen. Hal ini dipengaruhi oleh transaksi pembayaran neto utang dan pelemahan nilai tukar rupiah sehingga total utang rupiah lebih sedikit dalam dolar AS.

Baca: Utang Luar Negeri RI Kuartal I 2019 Naik Jadi Rp 5.542 Triliun

BI menyebutkan, paling banyak ULN Indonesia berada di sektor jasa keuangan dan asuransi yang mencapai 78,51 miliar dolar AS. Kemudian posisi kedua ditempati oleh Pengadaan listrik, gas, uap atau air panas dan udara sebesar 36,25 miliar dolar AS.

Sektor lainya adalah industri pengolahan sebanyak 35,87 miliar dolar AS. Kemudian jasa kesehatan dan kegiatan sosial tercatat 35,48 miliar dolar AS. Sedangkan sektor konstruksi tercatat 32,39 miliar dolar AS.

BI menilai, struktur ULN Indonesia masih tetap sehat karena rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) masih sebesar 36,1 persen.

“Dalam rangka menjaga struktur utang luar negeri tetap sehat, BI dan pemerintah terus meningkatkan koordinasi dalam memantau perkembangan utang luar negeri,” kata BI, Senin (15/7).

BI menyampaikan, peran ULN akan terus dioptimalkan dalam menyokong pembiayaan pembangunan, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian. (sh/detik/cnnindonesia)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*