Washington, LiputanIslam.com— Media Israel, Haaretz, mengungkap isi skandal “Kesepakatan Abad Ini” yang diinisiasi Presiden AS Donald Trump. Kesepakatan ini  menginginkan para pengungsi Palestina dinaturalisasi dan menetap di beberapa negara seperti Lebanon, Suriah, Yordania, dan Irak.

Ketika dunia tengah memperingati Hari Quds Internasional pada hari Jumat (31/5) lalu, para pemimpin politik memperingatkan tentang aspek-aspek misterius dari “Kesepakatan Abad Ini” yang beresiko bagi masa depan Palestina.

Menurut data dari badan pengungsi Palestina PBB, UNRWA, sekitar 450.000 pengungsi Palestina tinggal di Lebanon. Pemerintah Lebanon sendiri menyatakan bahwa pengungsi di negara mereka tidak akan menerima kewarganegaraan. Alasan resmi mereka adalah bahwa penyerapan para pengungsi Palestina akan merusak klaim hak untuk kembali.

Haaretz melaporkan, Washington mendesak Lebanon untuk memberikan kewarganegaraan kepada para pengungsi Palestina yang tinggal di negara itu.

“Dalam prosesnya, hal ini dilihat seperti melumpuhkan isu hak pengembalian pengungsi ke Israel, yang telah menjadi hambatan utama dalam menyelesaikan konflik Israel-Palestina,” tulis surat kabar itu.

Lebanon bukanlah satu-satunya negara yang khawatir atas Washington yang mendikte solusi untuk masalah pengungsi. Yordania juga disebut ketakutan atas sikap AS yang menuntut mereka menyerap ratusan ribu hingga satu juta pengungsi Palestina.

Haaretz mengutip laporan dari jurnalis Vicky Ward dalam bukunya “Kushner Inc: Keserakahan. Ambisi. Korupsi” bahwa Trump berencana menekan Yordania agar menyediakan wilayah bagi Palestina. Sebagai imbalannya, negara itu akan mendapatkan wilayah Saudi. Sementara itu, Saudi sendiri akan mengambil pulau Sanafir dan Tiran dari Mesir.

“Pertukaran lahan tampaknya menjadi formula ajaib yang telah diadopsi pemerintahan Trump, dan bukan hanya untuk Jordan,” tulis Haaretz.

Menurut Ward, Mesir telah disarankan untuk menyerahkan wilayah di sepanjang pantai Sinai antara Gaza dan el-Arish, di mana sebagian penduduk Gaza akan dipindahkan. Sebagai imbalannya, Israel akan memberikan wilayah Mesir dengan luas setara di Negev barat.

Pemerintahan Trump akan meluncurkan porsi ekonomi dari “Kesepakatan Abad Ini” pada konferensi di Manama, Bahrain, tanggal 25-26 Juni mendatang.

Semua faksi Palestina telah memboikot acara tersebut. Mereka menuding Washington menawarkan hadiah finansial bagi negara-negara yang menerima penjajahan Israel. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*