Donald Trump, Mike Pompeo, dan John Bolton

Washington, LiputanIslam.com—Presiden AS Donald Trump dilaporkan geram terhadap Panasehat Keamanan Nasional John Bolton dan Menlu Mike Pompeo yang mendorong konfrontasi militer dengan Iran. Demikian laporan dari Washington Post pada Kamis (16/5).

Menurut sejumlah pejabat AS yang mengetahui percakapan sang presiden, Trump lebih memilih pendekatan diplomatik untuk menyelesaikan ketegangan dengan Iran. Namun, beberapa asistennya, terutama Bolton dan Pompeo, terus mendorong penyelesaian konflik lewat perang.

Pekan lalu, Trump dilaporkan marah atas rencana perang yang diajukan Bolton dan Pompeo.

“Mereka [Bolton dan Pompeo] sangat fokus atas rencana [perang] di masa depan dan Trump menjadi jengkel,” tulis Washington Post mengutip pejabat yang tidak bersedia disebutkan namanya.

Selama ini, Bolton adalah pendukung vokal penggulingan ‘rezim’ di Iran sebelum bergabung dengan pemerintahan Gedung Putih. Sementara itu, Pompeo juga sangat percaya dengan diplomasi ‘kapal perang’ dan taktik keras untuk menghadapi Iran.

“[Trump] tidak nyaman dengan semua pembicaraan tentang ‘perubahan rezim’ ini,” kata pejabat itu. “[Dia] ingin berbicara [baik-baik] dengan Iran; dia ingin sebuah kesepakatan,”

Penulis dan analis politik asal AS, Daniel Patrick Welch, menilai bahwa Amerika memang tidak mungkin menyerang Iran secara militer.

“Tidak mungkin mereka mengirimkan gelombang besar pasukan di Timur Tengah,” katanya dalam wawancara kepada Press TV pada hari Selasa.

“Jangan salah paham,” lanjutnya, “Perang tampaknya seperti bisnis yang menggiurkan… Tapi ini benar-benar gila. Maksud saya, bahkan Trump sudah muak dengan Bolton.” (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*