Tehran, LiputanIslam.com–Pejabat penerbangan Iran menginformasikan bahwa sejumlah maskapai internasional telah kembali memasuki wilayah udara Republik Islam meski dilarang oleh AS.

Kepala Perusahaan Penerbangan dan Navigasi Udara Iran, Siavosh Amir Mokri,  mengatakan pada hari Kamis (4/7) bahwa jumlah penerbangan yang memasuki wilayah udara Iran di atas Teluk Persia dan Laut Oman telah meningkat selama beberapa hari terakhir. Jumlah penerbangan mencapai titik normal yaitu 840 setiap harinya.

Peningkatan ini terjadi meskipun lembaga regulator penerbangan sipil AS, FAA, telah mengeluarkan larangan bagi maskapai sipil untuk terbang di wilayah tersebut.

Beberapa maskapai besar besar yang mengikuti instruksi FAA adalah diantaranya British Airways, KLM dan Lufthansa.

Larangan ini keluar setelah Iran menembak jatuh pesawat nirawak Amerika yang melanggar wilayah udara negara itu di atas perairan Teluk Persia.

Menurut Amir Mokri, keamanan di Teluk Persia kini telah dipulihkan dan dengan kembali mengudara ke wilayah Iran, maskapai internasional akan mendapatkan keuntungan lebih ekonomis.

“Ketegangan itu sudah tidak ada dan perusahaan penerbangan telah memahami bahwa wilayah udara negara masih aman,” katanya. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*