Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Mari, Ajak Kelompok Pro-ISIS Kembali pada Islam Indonesia

Published 31/07/2014 6 Min Read
Share
6 Min Read
SHARE
Kelompok pro ISIS di Bundaran HI
Kelompok pro ISIS di Bundaran HI

Jakarta, LiputanIslam.com – Tidak banyak yang sadar, bahwa organisasi teroris transnasional ISIS telah lahir di Indonesia. Kemunculannya mulai terlihat saat ISIS menggelar deklarasi baiat.

Dari pantauan Liputan Islam, baiat kepada ISIS ditunjukkan pertama kali pada bulan Februari 2014, yang merupakan imbas dari jatuhnya kota Fallujah di Irak ke tangan ISIS. Saat itu juga, ISIS mengumumkan Islamic Emirat (kepemimpinan Islam) pada bulan Januari 2014.

Seperti dilansir Shotussalam, bertempat di Jakarta, ratusan orang yang tergabung dalam Forum Aktifis Syariat Islam (FAKSI) menggelar multaqod da’awi mendukung Daulah Islamiyyah di Iraq dan Syam (ISIS) di masjid Fathullah Universitas Negeri Jakarta (UIN) pada Sabtu malam (08/02/14). Dengan semangat dan penuh euforia kemenangan mereka hadir dari ibu kota Jakarta dan sekitarnya untuk membacakan deklarasi dukungan kepada ISIS dan siap berbai’at kepada Amirul Mukminin ISIS, Syaikh Abu Bakar al-Baghadadi.

Bai’at ini lantas diikuti di berbagai tempat, seperti yang berlangsung di Jakarta, Ciputat, Solo, Malang, hingga Makassar.

Dalam acara “ISIS Masuk Ke Indonesia?” di Metro TV, Kamis 31 Juli 2014, KH Alawi Al-Bantani, seorang ulama muda NU yang keras menentang ISIS, menyatakan bahwa kelompok ISIS menganut ideologi Takfiri ekstrim, yang mengkafirkan kelompok lain yang tidak sepaham dengan mereka.

KH Alawi Al Bantani (foto:LiputanIslam)
KH Alawi Al Bantani (foto:LiputanIslam)

“Islam tidak mengajarkan pembunuhan, genosida. Sedangkan bagi kelompok Takfiri, mereka mengkafirkan pihak lain, menghalalkan darah dan hartanya. Mereka adalah ancaman bagi Islam, dan bagi seluruh agama di dunia, termasuk ancaman bagi keutuhan bangsa,” ucapnya.

Kyai Al-Bantani juga menyorot Nineveh, saat ini telah ditinggalkan oleh penduduk yang beragama Kristen, karena ISIS memaksa mereka untuk masuk Islam. Padahal, menurut dia, Islam tidak mengajarkan pemaksaan untuk masuk Islam.

Seperti yang telah diberitakan Liputan Islam, Kota Mosul di provinsi Nineveh, Irak utara, dilaporkan memang telah kosong sepenuhnya dari keberadaan warga Kristen pada Ahad (20/7) setelah militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengusir seluruh penduduk Kristen dari kota tersebut.

“Kota ini tampaknya sudah kosong dari warga Kristen setelah tenggat waktu yang ditetapkan oleh ISIS habis. Dalam tenggat waktu itu ISIS meminta seluruh warga Kristen meninggalkan Mosul atau menyatakan masuk Islam atau membayar jizyah,” lapor reporter kantor berita Anadolu setelah memasuki Mosul, sebagaimana dikutip Rai al-Youm.

Dan, apa solusi yang ditawarkan Kyai Al-Bantani?

“Pemerintah Indonesia harus menindak tegas kelompok-kelompok ekstrim ini,” tegasnya.

WNI Bergabung Dengan ISIS, Kok Bisa?

Marty Natalegawa, Menteri Luar Negeri RI, menyatakan bahwa pihaknya telah bertemu dengan pejabat pemerintah di berbagai negara, dan mengakui bahwa memang ada aliran jihadis dari negara-negara di dunia ke Suriah dan Irak, untuk berjihad.

“Saya nyatakan, memang ada warga negara Indonesia yang berada di Suriah dan Irak, untuk berjihad. Namun, keberangkatan mereka dilakukan tanpa sepengetahuan kementrian luar negeri, “ terangnya.

Bagaimana mengontrol WNI agar tidak bepergian ke daerah konflik? Berikut ini adalah pola masuknya jihadis ke Suriah, yang dilaporkan BBC.

BBC, dalam artikelnya yang berjudul “Syria Conflict: Foreigns Jihadis Use Turkey as Safe House” mengungkapkan bahwa jihadis-jihadis ini menggunakan Turki sebagai “tempat penyeberangan”, sekaligus “rumah yang nyaman” sebelum menuju Suriah. Disebutkan juga, bahwa rute jihadis Turki-Suriah ini sudah sangat terorganisir.

Salah satu jihadis yang berhasil dihubungi BBC, di kawasan Reyhanli, menuturkan bahwa di “rumah nyamannya” telah dihuni oleh sekitar 150 orang dalam 3 bulan terakhir. Atas undangan teman-temannya, 15-20 orang diantaranya berasal dari Inggris.

Para jihadis ini, setibanya di Turki, terlebih dahulu tinggal selama satu atau dua hari di tempat tersebut sebelum menuju Suriah. Sebaliknya, jihadis yang hendak pulang ke negara asalnya, juga menetap di “rumah nyaman” itu sambil menunggu keberangkatan pesawatnya.

Artinya, darimanapun jihadis ini berasal, mereka menggunakan cara yang sama yaitu tidak langsung menuju daerah konflik. Jika di Suriah mereka menggunakan Turki, Yordania,  dan Lebanon sebagai jalan keluar masuk, maka hal serupa pun terjadi di Irak.

Polri Siap Menindak Tegas

Dan Humas Polri Kombes Pol Agus Rianto,  menyatakan bahwa beredarnya video jihadis asal Indonesia yang bergabung di ISIS, akan ditindak lanjuti dengan melakukan pengawasan ketat pada kelompok ini.

“Kita di Indonesia kan membebaskan warga negara untuk berserikat dan berkumpul, jadi tidak mungkin kami melarang mereka. Tapi, kami akan mengawasi kelompok ini dengan ketat, dan tidak akan segan-segan menindak tegas jika melakukan aksi anarkis,” ucapnya, seperti ditayangkan di Kabar Malam Metro TV, 1 Agustus 2014.

Alwi Shihab, cendekiawan Muslim dan pakar politik Timur Tengah juga menyatakan bahwa   ISIS sesungguhnya menyimpang dari Islam. Hal senada juga diungkapkan Irfan Idris, Direktur Deradikalisasi BNPT, juga menyatakan bahwa ISIS itu adalah organisasi ilegal yang memiliki misi utama yaitu mendirikan negara Islam. Menurutnya, di Indonesia, masyarakat dibebaskan untuk berpikir apapun, atau berpendapat apapun, tapi jangan bertindak anarkis.

Menurut Metro TV, peran masyarakat, pemerintah, dan ulama harus digiatkan guna menolak ISIS. Sebagaimana yang terjadi di Malang, deklarasi baiat ISIS sulit dilaksanakan karena adanya penolakan keras dari masyarakat setempat, yang ditindak langsung oleh aparat keamanan. Selain itu, Kementrian Agama RI, juga harus menggandeng ulama moderat, untuk mengajak kelompok radikal ini kembali kepada Islam Indonesia ( Islam yang ramah, toleran – red).

[ba]

 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry1
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account