Sumber: Okezone Nasional

Jombang, LiputanIslam.com — Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengajak masyarakat untuk meneladani sifat mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur baik dalam hubungan bernegara maupun keagamaan. Menurutnya Gus Dur adalah tokoh persatuan bangsa.

“Saya ingin membawa pesan ini ke masyarakat, saya ke sini (makam Gus Dur) mudah-mudahan memberi pesan simbolik, bahwa saya ke sini selain tradisi ahlu sunnah wal jamaah ziarah kubur orang yang dihormati, tapi juga pesan ke bangsa, dari sini disuarakan persatuan bangsa,” katanya saat di Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu (23/11).

Selain itu, menurutnya Gus Dur adalah seorang nasionalis sejati yang cinta bangsa dan negara dengan segala pengorbanan.

“Sehingga dalam hubungan berbangsa, bernegara itu dia (Gus Dur) adalah demokrat, adalah nasionalis sejati. Bapak pluralisme yang mengutamakan kebersamaan dalam perbedaan,” kata dia.

Sedangkan dari sisi keagamaan, beliau adalah sosok pejuang demokrasi Islam, yakni Islam yang ramah terhadap perbedaan (agama) lainnya, Islam yang inklusif dan itu ditunjukkan Gus Dur sampai akhir hayatnya.

Bahkan, karena perpaduan bernegara yang beragama tersebut, Susilo Bambang Yudhoyono yang saat itu masih menjabat Presiden menganugerahkan Gus Dur sebagai Bapak Pluralisme Indonesia.

Baca juga: Tokoh Muhammadiyah Sebut Radikalisme Punya Sisi Positif dan Negatif

Mahfud juga meminta umat Islam saling menghormati dan menghargai orang lain dan tidak mudah diadu domba, termasuk ketika dikonfirmasi terkait dengan rencana kegiatan reuni alumni 212 di Jakarta, ia meminta hal itu tidak terlalu dibesarkan dan biasa saja. Mahfud MD menyatakan pemerintah tidak mempersoalkan adanya kegiatan tersebut.

Selain itu, kegiatan Reuni Akbar 212 di Monas juga merupakan bagian dari bentuk aspirasi dan ekspresi warga negara. Karena itu, tidak perlu panik dengan adanya kegiatan tersebut.

“Tidak apa-apa. Saya kira aparat (keamanan) itu sudah punya standar operasional prosedur (SOP) sehingga kita tidak usah panik, mau reuni ya reuni saja. Besok saya juga mau ada reuni kampus,” ujar Mahfud. (Ay/Antara/Kompas)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*