Sumber: kemenag.go.id

Langsa, LiputanIslam.com– Kasubdit Sarana Prasarana dan Kemahasiswaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Ditjen Pendidikan Islam Kemenag, Ruchman Basori mengatakan bahwa mahasiswa merupakan elemen penting dalam kehidupan beragama dan berbangsa. Sebagai kalangan intelektual, sudah semestinya para mahasiswa ikut aktif menyuarakan pesan-pesan moderasi dan kebangsaan.

Demikian hal itu disampaikan Ruchman pada acara Seminar Nasional yang bertema “Penguatan Mahasiswa Dalam Rangka Mencegah Radikalisme di Aceh,” di IAIN Langsa, Aceh pada Kamis (7/11).

Menurutnya, mahasiswa dapat memanfaatkan media sosial (medsos) dalam menyebarkan semangat toleransi dan merawat kebangsaan. “Critical thinking menjadi pra syarat agar mahasiswa mampu menjadi bagian penting melawan radikalisme,” katanya.

Sementara Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama IAIN Langsa, Zainuddin mengatakan pengarusutamaan moderasi beragama menjadi isu sentral karena ada sebuah kekhawatiran terhadap generasi penerus saat ini yang rentan akan terjerumus kepada paham radikalisme. “Mahasiswa jangan mudah terkontaminasi dengan sumber-sumber yang belum diketahui kebenarannya,” ucapnya.

Baca: Wamenag Tegaskan Pentingnya Jaga Kerukunan Umat

“Kegiatan ini salah satu bentuk untuk menangkal radikalisme, sehingga mahasiswa paham cara beragama yang rahmatan lil ‘alamin,” sambung Zainuddin. (aw/kemenag/monitor).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*