Caracas, LiputanIslam.com—Presiden Venezuela Nicolas Maduro menyebut Presiden AS Donald Trump “mempersekusi” rakyatnya lewat sanksi ekonomi dan membandingkannya dengan diktator Adolf Hitler.

Maduro menyalahkan Trump atas krisis ekonomi terburuk dalam sejarah modern yang diderita rakyatnya. Ia pun membandingkan pemimpin Negeri Paman Sam itu dengan Hitler, dengan mengatakan “seperti halnya Hitler menganiaya orang-orang Yahudi, Donald Trump menganiaya rakyat Venezuela.”

Pemimpin negara Amerika Latin itu baru saja meningkatkan upah minimum bulanan dari 1.800 bolivar ke 4.500 bolivar, atau sekitar $50 dengan tarif resmi.

Maduro mengatakan, penyesuaian ini merupakan “faktor koreksi” pertama dari rencana ekonomi pemerintahannya. Menurutnya, langkah ini telah memungkinkan “perlambatan inflasi secara signifikan”, meski ia mengakui bahwa kondisi saat ini masih mengkhawatirkan.

Dia menyebut tingkat inflasi di negarnya “jauh di bawah ekspektasi lembaga IMF” yang memperkirakan krisis hiperinflasi di Venezuela akan semakin parah.

Dalam sebuah laporan pada bulan lalu, IMF menyebut tingkat inflasi akan mencapai 10 juta persen pada tahun 2019. Harga konsumen juga diperkirakan akan naik hingga 1.370.000 persen pada 2018, naik dari proyeksi bulan Juli yang sebesar 1 juta persen.

Sanksi ekonomi AS diketahui telah memblokir Venezuela dari pasar keuangan, yang telah memicu inflasi luar biasa dan menyebabkan rakyat negara itu kekurangan bahan makanan serta obat-obatan. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*