Tepi Barat, LiputanIslam.com–Militer Israel menangkap dua seniman graffiti asal Italia yang tengah mengerjakan sebuah lukian mural aktivis remaja Palestina, Ahed Tamimi.

Menurut laporan dari pejabat Palestina pada Sabtu (28/7/18), kedua seniman Italia ini ditangkap ketika sedang melukis di dinding perbatasan Israel yang kontroversial di Bethlehem, Tepi Barat.

Ahed Tamimi adalah seorang aktivis yang terkenal karena menampar tentara Israel yang memasuki halaman rumahnya tanpa izin pada Desember tahun lalu.

Sebelumnya, tentara Israel menembak sepupu Ahed di wajah dengan peluru karet.

Akibat video penamparan Ahed itu viral di media sosial, militer Israel pun  memutuskan untuk memenjarakan remaja perempuan itu.

Tiga belas hari setelah ditangkap, Ahed dituntut dengan kejahatan serangan, hasutan, pelemparan batu kepada tentara militer Israel.

Lukisan mural Ahed Tamimi merupakan bentuk solidaritas kepada remaja tersebut.

Pada 5 Mei lalu, warga Palestina pun sempat menggelar sebuah forum yang mengumpulkan para seniman untuk berpastisipasi dalam demo Great Return March melalui media lukisan.

“Protes [melalui] seni bertujuan untuk mengirim pesan kepada penjajahan Zionis. Para seniman Palestina adalah seperti burung perdamaian yang melukis untuk menyebarkan informasi tentang penindasan rakyat Palestina selama bertahun-tahun,” kata ketua organisasi Palestinian Conceptual Art Forum, Thaer al-Tawil. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*