LiputanIslam.com – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bekerja sama memperbanyak jumlah teknisi AC dan refrigerasi (RAC) bersertifikat sebagai upaya mendukung perlindungan lapisan ozon stratosfer dari penggunaan Bahan Perusak Ozon (BPO).

Hal itu dilakukan dalam rangka mencapai target penghapusan konsumsi Hydrochlorofluorocarbon (HCFC) di 2020 sebesar 37,5 persen dari angka baseline atau 151,47 ODP ton.

Baca juga: Pemanasan Global Akibat Perubahan Iklim

Pemerintah memang telah menyusun program pengurangan konsumsi HCFC-22 di sektor pemeliharaan dan perbaikan mesin refrigerasi dan tata udara.

Salah satu cara untuk mengurangi konsumsi HCFC-22 menurut dia dengan melakukan praktik kegiatan pemeliharaan dan perbaikan mesin pendingin yang baik dengan tidak membuang atau melepaskan refrigrant yang ada di dalam sistem pendingin ke lingkungan atau udara.

Pada 2019 diperkirakan sebanyak 20 juta unit AC residential telah terpasang di rumah tangga dan jumlah ini akan semakin meningkat di masa depan. Sementara itu, semakin banyak jenis bahan pendingin yang diproduksi sebagai alternatif pengganti HCFC-22 yang diketahui dapat menyebabkan kerusakan lapisan ozon.

Selain itu, kebanyakan alternatif bahan pendingin pengganti memiliki karakteristik yang bersifat mudah terbakar, bertekanan tinggi dan beracun. Karenanya, untuk penanganan mesin pendingin yang tepat diperlukan teknisi yang kompeten mulai dari proses pemasangan hingga perawatan sesuai dengan karakteristik yang bersifat refrigerannya. (Ay/Antara)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*