foto: detik

foto: detik

Jakarta, LiputanIslam.com — Lagi, lima kapal asing yang berkeliaran di teritorial Indonesia berhasil ditangkap oleh Tim Kelautan dan Perikanan. Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Maritim Indroyono Soesilo, dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam konferensi persnya, Jumat, 21 November 2014.

“Lima kapal asing berasal dari Thailand dan ditangkap di Kepulauan Natuna. Sekarang ditangani di PSDKP di Pontianak,” kata Indroyono.

Dari laporan detik.com, kelima kapal tersebut bernama bernama Natuna 99, 30, 25, 24 dan 23. Ukuran kapal asing yang ditangkap yaitu di atas 100 GT.

“Memiliki izin, tapi izinnya bodong. Awak kapal itu warga negara asing,” tambah Indroyono.

Ia mengapresiasi tindakan KKP yang berhasil menangkap kapal ikan ilegal, serta berhasil menahan 61 orang  dari Thailand yang menggunakan kapal tersebut.

Sesuai Instruksi Jokowi, Kapal Akan Ditenggelamkan

Lima kapal nakal itu akan ditenggelamkan, sebagaimana perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi). Beberapa waktu yang lalu Jokowi menyerukan, agar kapal-kapal pencuri ikan ditenggelamkan sebagai efek jera.

Indroyono menyatakan, sanksi tersebut memiliki dasar hukum penenggelaman kapal, yaitu pasal 69 UU No 45/2009 tentang perikanan berbunyi, yaitu;

Ayat 1 : “Kapal pengawas perikanan berfungsi melaksanakan pengawasan dan penegakan hukum di bidang perikanan dalam wilayah pengelolaan perikanan negara Pepublik Indonesia.”

Ayat 4 : “Dalam melaksanakan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat 1 penyidik dan atau pengawas perikanan dapat melakukan tindakan khusus berupa pembayaran dan atau penenggelaman kapal perikanan yang berbendera asing berdasarkan bukti permulaan yang cukup.”

Indroyono menambahkan, dengan dasar hukum itulah, tindakan penenggelaman kapal asing ilegal bisa dilakukan oleh tim. Lalu, kapan kapal nakal itu akan ditenggelamkan?

“Pokoknya itu secepatnya akan dilakukan. Kalau menunggu proses pengadilan itu lama. Kan sudah ada dasar hukumnya, kita sudah bisa melakukan itu,” kata Indroyono.

Ratusan Perahu Asing Juga Berhasil Ditangkap

Saat blusukan ke Berau, Kalimantan Timur pekan lalu, Susi memberikan instruksi kepada Tim KKP untuk menangkap kapal asing pencuri ikan. Hal itu ternyata membuahkan hasil. Hingga hari ini, sebanyak 132 kapal asing jenis perahu/sampan berhasil diamankan. Susi menyebutkan kelompok ini sebagai manusia perahu. Jumlahnya mencapai 400 orang dan berasal dari Malaysia dan Filipina.

“Mereka adalah manusia perahu, ada yang banyak dari Samporna (Malaysia) dan dari Gunggau Filipina,” kata Susi.

Menurut Susi, masuknya kelompok ini ke Indonesia sudah melanggar ketentuan teritorial karena tidak memiliki izin resmi. Apalagi setelah melakukan aktivitas seperti penangkapan ikan dan perusakan lingkungan.

“Menurut UU kedaulatan negara. Itu sudah melanggar teritorial. Jadi itu saja sudah salah,” katanya.

Susi mencurigai penangkapan ikan yang dilakukan kelompok ini menggunakan bom dan potas. Meski belum mendapatkan bukti bahan kimia saat penangkapan kapal, namun investigasi akan terus dilanjutkan.

“Kemarin memang tidak ditemukan. Tapi kalau melihat bukti dari laporan masyarakat kemudian melihat situasi lingkungan itu sudah hampir benar,” kata Susi.

Susi menyatakan bahwa masalah ini sudah disampaikan kepada Kementerian Luar Negeri untuk segera diproses ke Kedutaan Besar Malaysia dan Filipina. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL