Sumber: nu.or.id

Surakarta, LiputanIslam.com– Ketua Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Lesbumi PBNU), KH Agus Sunyoto mengatakan bahwa kita bangsa Indonesia patut bersyukur memiliki akar budaya yang kuat. Terbukti, walaupun pernah dijajah, tetapi kita bangsa Indonesia masih bertahan dengan kebesaran dan keagungan budayanya.

Tanpa akar budaya yang kuat, maka suatu bansga akan mudah hancur. “Sebuah bangsa bisa bertahan kalau dia memiliki budaya. Sebaliknya bangsa yang tak memiliki budaya yang kuat akan mudah hancur,” ucapnya di Kantor PCNU Kota Surakarta, Jawa Tengah, seperti dilansir NU Online pada Kamis (29/8).

“Sejarah sudah mengajarkan, Islam pernah Berjaya di Andalusia 700 tahun, tapi selama masa tersebut di sana tidak ada tradisi Islam Spanyol, yang ada hanya pemerintahan ditopang pasukan. Begitu kekuasaan berakhir, Islam tidak ada jejaknya di sana, karena tidak ada tradisi, hilang,” ungkapnya.

Ada juga bangsa Kurdi yang pernah memiliki wilayah kekuasaan yang luas, namun akhirnya hilang tertelan zaman. “Ketika Salahudin meninggal tidak ada yang cakap menggantikan. Pelan-pelan runtuh. Apa yang terjadi? Wilayah Kurdistan terhapus dari peta dunia. Bangsa Kurdi yang tidak punya tradisi budaya, hanya menjadi satu suku kecil yang ada di Irak, Iran, Turki, dan Syuriah,” terangnya.

Baca: Kanwil Jateng: Seni Budaya Perekat Persatuan Bangsa

Oleh karena itu, suatu tradisi dan budaya sangat penting bagi suatu bangsa. Kiai Agus menegaskan bahwa jika ada kelompok atau pihak yang mau meminggirkan tradisi dan budaya, maka mereka tidak boleh kita biarkan. “Bila ada kelompok berkedok agama yang anti budaya, anti tradisi, jangan sampai kita memberikan peluang kepada mereka, lawan saja,” tegasnya. (aw/NU/timlo).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*