jokowi pesawatJakarta, LiputanIslam.com–Kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke lokasi pengungsian korban erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara, Rabu (29/10) seolah memulai tradisi baru gaya kunjungan seorang presiden. Selain tak banyak membawa anggota rombongan, persiapan keamanan yang terkesan biasa-biasa saja, Jokowi juga membagikan bantuan dalam bentuk kartu elektronik.

Menurut laporan Detikcom, dalam kunjungan ke Sinabung ini, Jokowi hanya ditemani empat tokoh VVIP,  yaitu Ibu Negara Iriana, satu anggota DPR, satu anggota DPD, dan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. Mereka dan Jokowi kompak berkemeja putih dengan lengan juga tergulung. Selain itu, ini adalah kali pertama rombongan wartawan bisa ‘masuk’ bersama rombongan di pesawat kepresidenan. Sebelumnya, wartawan diterbangkan terpisah.

Menjelang kedatangan Presiden Joko Widodo dan rombongannya,  suasana wilayah Kabanjahe, Karo, tersebut terlihat biasa saja. Warga beraktivitas seperti hari-hari biasa. Arus lalu lintas di jalan utama kota itu pun lancar. Tidak terlihat kesiagaan aparat keamanan, sebagaimana biasa jika seorang presiden melakukan kunjungan kerja.

Ginting, seorang sopir angkutan kota, mengaku suasana kunjungan Presiden Joko Widodo ini berbeda dengan suasana ketika dulu SBY datang ke kota itu.

“Kalau Presiden yang sebelumnya, polisi dan militer sudah berjaga-jaga di beberapa titik,” kata dia, seperti dikutip Kompas.

Saat tiba di posko pengungsian, mobil yang membawa Jokowi tidak bisa melewati kerumunan masyarakat yang mencapai ribuan orang. Masyarakat sangat antusias untuk melihat kedatangan presiden yang merakyat tersebut. Jokowi pun turun dari mobil dan bersalaman dengan warga.

“Bisa melihat langsung tanpa ada pembatas jarak pandang saja sudah bersyukur sekali. Di luar dugaan, bapak presiden ternyata mau bersalaman. Bahagia sekali rasanya bisa bersalaman dengan bapak presiden. Ini kenangan dan pengalaman seumur hidup,” ujar Evi (36), seorang pengungsi, seperti dikutip Beritasatu.com.

Dalam kunjungan ini, Jokowi membagikan bantuan berupa kartu elektronik atau sim-card. Kartu itu berisi tabungan yang bisa diuangkan di bank atau kantor pos. Selain itu, kartu sim ini bisa dipakai untuk membeli sembako di swalayan. Namun berapa nilai tabungan, masih belum ditentukan. Penggunaan kartu sim ini adalah  untuk menghindari korupsi dalam pembagian bantuan kepada para pengungsi. Bila sistem ini berhasil, akan diterapkan dalam pemberian bantuan korban bencana di wailayah-wilayah lain di Indonesia. (dw)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL