Komjen Budi Gunawan (foto: tempo)

Komjen Budi Gunawan (foto: tempo)

Jakarta, LiputanIslam.com—Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Budi Gunawan, Kepala Lembaga Pendidikan Polri (Kalemdikpol) sebagai tersangka atas kasus rekening gendut. Seperti diketahui, Budi merupakan calon tunggal Kapolri yang diajukan oleh Presiden Jokow Widodo.

“Ditetapkan sebagai tersangka transaksi mencurigakan dan telah menemukan 2 alat bukti sehingga cukup untuk dinaikkan dari penyelidikan ke penyidikan,” kata Ketua KPK Abraham Samad dalam keterangan persnya di Kantor KPK Jakarta, Selasa, seperti ditayangkan di Kompas TV, 13 Januari 2015.

Abraham Samad juga menjelaskan bahwa sebelumnya Budi Gunawan telah diberikan raport merah saat Jokowi mengusulkannya sebagai salah satu menteri. Saat itu, lanjut Abraham, Jokowi mengikuti saran dari KPK sehingga urung menunjuk Budi Gunawan sebagai pembantunya di Kabinet Kerja.

KPK juga menyatakan bahwa pihaknya telah lama mengusut kasus yang menjerat Budi Gunawan. Setelah menemukan dua alat bukti yang cukup, KPK resmi menetapkan Budi Gunawan sebagai tersangka.

“Kasus ini sudah kami usut sejak lama, bukan baru-baru ini,” jelas Bambang Widjojanto, Wakil Ketua KPK, yang juga turut hadir dalam konferensi pers tersebut. Ia memperlihatkan selembar kertas besar yang merupakan alur penyelidikan yang sudah dilakukan KPK sejak bulan Juni 2014.

Menurut KPK, Budi Gunawan tersangkut  saat masih menjabat sebagai Kepala Biro Pembinaan Karier SSDM Polri pada 2004-2006. Jabatan itu diemban Budi selepas menjadi ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri 2001-2004.

KPK juga menyatakan sedang berusaha untuk berkomunikasi dengan Jokowi terkait hal ini, namun belum ada tanggapan dari Istana Negara. Kabarnya, Jokowi dan sekretariat terkait tengah melakukan rapat untuk menarik pencalonan Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kapolri.

Komisi III DPR: Fit dan Proper Test Tetap Dilakukan

Patrice Rio Capela, politisi Partai Nasional Demokrat menyatakan bahwa fit and proper test atas pencalonan Budi Gunawan sebagai Kapolri tetap akan dilakukan. Hal itu ia sampaikan saat ditanya wartawan ketika mengunjungi Budi Gunawan di kediamannya.

“Besok pagi kami akan tetap melakukan fit and proper test sesuai jadwal. Walau dia ditetapkan sebagai tersangka, kan belum berarti ia bersalah. Kami masih menjujung tinggi asas praduga tak bersalah,” jelas Patrice.

“Lagipula, kenapa Pak Budi baru ditetapkan sekarang sebagai tersangka, saat ia ditunjuk sebagai calon tunggal Kapolri. Kenapa bukan dari dulu? Saya mensinyalir adanya upaya untuk menjegal langkah Pak Budi,“ tambah Patrice.

Untuk itu, besok pagi, 14 Januari 2015 Komisi III DPR tetap akan melanjutkan proses yang telah berlangsung, dan malamnya akan digelar rapat untuk memutuskan apakah Budi tetap diloloskan sebagai Kapolri atau tidak. “DPR hanya memproses, dan ini adalah proses akhir,” pungkas Patrice. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*