Pyongyang, LiputanIslam.com—Pemerintah Korea Utara mengecam AS karena dianggap melakukan “tipu muslihat” dan “perencaan kriminal” terhadap Pyongyang, tak lama setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan kunjungan menlu Mike Pompeo ke negara itu.

Koran berita milik pemerintah Korut, Rodong Sinmun, merilis tulisan editorial bahwa unit militer AS di Okinawa, Jepang, diam-diam melakukan latihan dalam rangka “penyusupan ke Pyongyang.”

AS disebut “sibuk menggelar latihan rahasia melibatkan unit spesial pembunuhan sementara tetap melakukan dialog dengan senyum di wajah.”

“Tindakan semacam itu membuktikan bahwa AS membuat perencanaan kriminal untuk melancarkan perang terhadap DPRK [Korea Utara] … yang layak menerima hukuman ilahi tanpa ampun,” tulis Rodong Sinmun.

Pulai Okinawa diketahui menampung setengah dari 47.000 tentara AS yang bertugas di Jepang, berdasarkan data dari Pentagon. Unit-unit tentara ini berkali-kali menggelar latihan militer di area ini. Namun, jubir Kedutaan AS di Seoul, Korea, mengaku tidak memiliki informasi apapun tentang latihan militer AS yang dituduhkan oleh Korut.

Pada Jumat lalu, Presiden AS Donald Trump menulis di laman Twitter-nya bahwa progres menuju denuklirisasi di Semenanjung Korea telah gagal dilakukan. Ia pun menyalahkan Cina karena menghalangi progres ini akibat dari perang dagang yang tengah terjadi antara Washington dan Beijing.

“Saya telah meminta menlu Mike Pompeo agar tidak pergi ke Korea Utara pada saat ini,” tulisnya. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*