Washington, LiputanIslam.com—Seorang mantan diplomat AS menilai, Korea Utara telah menyaksikan bagaimana AS melakukan standar ganda terkait program nuklir di berbagai negara.

Contohnya, AS menerima nuklir militer Israel namun tidak mengizinkan program nuklir Iran yang damai.

“Korea Utara melihat apa yang telah terjadi kepada Iran [tentang pengunduran AS dari JCPOA] dan bagaimana Iran mematuhi itu [perjanjian nuklir], namun mereka tetap mendapat lebih banyak sanksi,” kata Michael Springman kepada Press TV pada Minggu (7/7/18).

“Dan di saat yang sama, Korut melihat Israel yang tidak dikontrol dan tidak dipertanyakan tentang senjata nuklir pemusnah massal mereka,” lanjutnya.

Presiden AS Donald Trump pada 8 Mei lalu menarik negaranya dari perjanjian nuklir Iran secara sepihak. Di bawah perjanjian itu, Iran setuju untuk melakukan pembatasan tertentu atas program nuklir mereka dengan balasan penarikan sanksi AS atas mereka.

Penarikan diri AS kepada perjanjian ini tampaknya menjadi sebuah peringatan tersendiri bagi Korea Utara.

Baru-baru ini, Korut pun melakukan perjanjian dengan AS terkait program nuklir lewat pertemuan diplomatik antara Presiden AS Trump dan pemimpin Korut Kim Jong-un pada 12 Juni lalu.

Namun, pertemuan ‘damai’ itu tampaknya tidak membuahkan hasil yang positif. Pasalnya, Trump menyatakan sikap yang berbanding terbalik terhadap Korea Utara, yaitu menyebut negara pimpinan Kim Jong-un itu masihlah “ancaman luar biasa” bagi Amerika. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*