Washington, LiputanIslam.com—Data dan laporan dari pemerintahan AS ditemukan bertentangan dengan klaim Presiden Donald Trump bahwa banyak teroris yang masuk lewat perbatasan AS dan Meksiko.

Sejumlah pejabat dan ahli penanggulangan terorisme AS menemukan bahwa tidak pernah ada kasus teroris yang masuk ke AS lewat perbatasan di wilayah selatan itu.

Dalam pidatonya di Oval Office yang disiarkan televisi pada Selasa (8/1), Trump menjelaskan situasi perbatasan dengan Meksiko sebagai “krisis yang terus berkembang.” Dengan itu, ia menyerukan pendanaan untuk tembok pembatas yang menurutnya “sangat penting untuk keamanan perbatasan.”

Klaim ini juga pernah dinyatakan oleh jubir Gedung Putih Sarah Sanders dan Menlu Mike Pence.

“Kami tahu bahwa secara kasar, terdapat hampir 4.000 teroris yang diketahui atau diduga masuk ke negara kami secara ilegal, dan kami tahu bahwa titik masuk kami yang paling rentan adalah di perbatasan selatan kami,” kata Sanders kepada Fox News, pada Minggu (6/1).

Padahal, menurut mantan direktur Pusat Penanggulangan Terorisme AS, Nicholas J. Rasmussen, tidak ada gelombang operasi teroris yang masuk lewat perbatasan. “Itu tidak benar,” katanya pada Selasa.

Pada tahun 2017 lalu, Deplu AS pernah merilis Laporan Terorisme yang berisi klaim bahwa mayoritas negara-negara Amerika Latin memiliki hukum perbatasan yang lemah yang dapat dieksploitasi oleh para teroris untuk membahayakan AS. Namun, setelah itu deplu mengklarifikasi bahwa laporan itu salah.

“Kerentanan [hukum] ini menawarkan peluang bagi kelompok-kelompok teroris asing, tetapi belum ada kasus kelompok teroris yang memanfaatkan celah-celah tersebut untuk memindahkan operasi mereka ke wilayah [AS],” jelas deplu AS.

“Sampai akhir tahun [2017], tidak ada bukti yang dapat dipercaya yang menunjukkan bahwa kelompok-kelompok teroris internasional mendirikan pangkalan di Meksiko, bekerjasama dengan kartel narkoba Meksiko, atau melakukan operasi dari Meksiko ke Amerika Serikat,” imbuh mereka. (ra/presstv)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*