TIfatul SembirinJakarta, LiputanIslam.com — Menkominfo Tifatul Sembiring menjadi bulan-bulanan di dunia maya. Kali ini dia dikecam karena tanggapannya tentang kelompok Boko Haram di Nigeria yang dianggap tidak tegas lewat cuitan di akun Twitter-nya, @tifsembiring.

“Mau serius atau bercanda,” cuit Tifatul, Ahad (11/5).

Pernyataan Tifatul tersebut merupakan tanggapan dari cuitan @sahaL_AS yang menanyakan pendapatnya mengenai situs Arrahmah, yang memuji Boko Haram sebagai pejuang. Tanggapan yang terkesan terlalu bergurau tersebut masih ditambah dengan jawaban kedua Tifatul: “Sekolah jauh2, soal halal-haram masih nanya, please bro.. :D”

Tak pelak, jawaban Tifatul atas pertanyaan @sahaL_AS tersebut mengundang reaksi para tweeteris. @andinadwifatma menyayangkan jawaban Tifatul. Menurut dia, menteri yang juga politikus Partai Keadilan Sejahtera itu menyepelekan pertanyaan penting.

“Pak @tifsembiring, saya mohon pertanyaan @sahaL_AS ttg penyebutan Boko Haram sbg mujahiddin dijawab resmi. Itu mewakili keresahan kami,” cuitnya.

@asparaguskurus juga berpendapat serupa. Ia menganggap Tifatul tak tegas dalam menyatakan pendapatnya atas aksi kerusuhan yang kerap dilakukan kelompok tersebut. “@tifsembiring @sahaL_AS 276 anak perempuan diculik & dijual. 200an orangtua kehilangan anaknya. Lucu? Bisa dibercandain?” tulis pemilik akun bernama Rani Elsanti tersebut.

Sebagaimana kini menjadi perhatian masyarakat internasional, kelompok Boko Haram, yang artinya adalah “pendidikan barat adalah haram”, pada tanggal 14 April lalu telah menyerang sekolah menengah perempuan di Chibok. Selain membunuh 16 orang, mereka juga menculik 234 pelajar perempuan. Setelah aksi itu mereka mengancam akan menjual para pelajar perempuan itu sebagai budak.

Aksi tersebut, serta berbagai aksi-aksi biadab lainnya telah banyak mengundang kecaman dari berbagai penjuru dunia.

Didirikan oleh Mohammed Yusuf pada tahun 2002, atau hampir bersamaan dengan “proyek perang terorisme” Amerika, kelompok ini memiliki kaitan erat dengan kelompok teroris Al Qaida. Mereka mengklaim sebagai pejuang syariat Islam di Nigeria, namun aksi-aksi yang dilakukannya justru lebih banyak menimbulkan kerusakan, seperti pembunuhan, penculikan, perampokan, dan lebih sering lagi aksi pemboman terhadap fasilitas-fasilitas publik dan warga sipil.

Sejak didirikan hingga tahun 2013 lalu diperkirakan korban keganasan mereka telah mencapai angka 10.000 jiwa. Selain itu 90.000 orang kehilangan tempat tinggalnya.

Pada bulan Februari 2012 beberapa anggota senior Boko Haram yang tertangkap menyebutkan bahwa sebagian besar pendanaan mereka berasal dari luar negeri, terutama Saudi Arabia dan Inggris, melibatkan organisasi Al Muntada Trust Fund dan Islamic World Society. Selain itu beberapa pejabat lokal juga disebut-sebut telah menjadi donatur kelompok ini.(ca/tempo.co/wikipedia)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL