Sumber Foto: Tasnim

Tehran, LiputanIslam. Com—Komandan Korps Pengawal Revolusi Islam, Mayor Jenderal Hossein Salami, mengecam sanksi baru yang telah dijatuhkan AS pada sejumlah pejabat IRGC dan menyebutnya sebagai bukti frustrasi dan kekesalan AS atas jatuhnya pesawat nirawak mata-mata Amerika oleh Iran.

Dalam sebuah komentar yang disampaikan pada Rabu (26/6), Mayor Jenderal Salami mengatakan keputusan Gedung Putih untuk menjatuhkan sanksi pada sejumlah komandan senior IRGC setelah jatuhnya pesawat nirawak AS di wilayah udara Iran mengungkapkan frustrasi, keputusasaan dan kebencian AS pada kekuatan Iran.

“Langkah ini (sanksi AS) adalah reaksi pasif terhadap jatuhnya pesawat mata-mata AS yang sangat canggih yang dirusak oleh pertahanan udara IRGC,” katanya, menekankan bahwa keputusan Gedung Putih tidak didasarkan atas logika atau rasionalitas.

Baca: Baghdad Tegaskan AS Tak Boleh Gunakan Wilayah Irak untuk Menyerang Iran

Ia juga menggambarkan keputusan AS yang telah memasukkan daftar hitam komandan IRGC dan pejabat Iran lainnya sebagai “senjata” tanpa nilai atau efek.

“Memberlakukan sanksi pada IRGC dan komandannya, yang telah menyebabkan kekalahan strategi dan kebijakan jahat AS di wilayah itu, bukanlah sesuatu yang baru,” tambah jenderal itu, menekankan bahwa sanksi hanya akan memperkuat tekad IRGC untuk melindungi Iran dari tangan-tangan pengganggu.

Komentar ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan sanksi baru terhadap para pejabat tinggi Iran, termasuk kantor Ayatollah Khamenei, menteri luar negeri Iran, dan senior IRGC, serta komandan Angkatan Laut.(fd/Tasnim)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*