bidenLiputanIslam.com — Media-media Amerika tidak akan menyia-nyiakan berita sepele di halaman depannya jika dianggap menguntungkan kebijakan politik Amerika, seperti misalnya, polisi syariah Iran yang menangkap sekelompok anak muda yang telah bertindak tidak patut. Atau “dugaan” keterlibatan Presiden Rusia Vladimir Putin dengan perusahaan gas Gazprom.

Namun untuk berita yang satu ini, Wall Street Journal, hanya menempatkannya di halaman 4 pada hari Rabu (14/5). Sementara beberapa media lainnya seperti Washington Post hanya mengikutinya.

Padahal berita ini adalah skandal besar bagi sebuah negara yang menklaim sebagai “pionir demokrasi”, dan menjunjung tinggi “keterbukaan”. Berita itu adalah pengangkatan putra Wapres Joe Biden, Hunter Biden, sebagai direktur di perusahaan migar Ukraina Burisma Holdings.

Skandal ini semakin berat maknanya mengingat Joe Biden adalah pejabat publik AS yang sangat sering mengeluarkan komentar pedasnya atas “praktik-praktik kotor” di Ukraina. Ia juga kerap mengkritik “perselingkuhan” perusahaan gas Rusia Gazprom, yang merupakan eksportir gas terbesar ke Ukraina, dengan beberapa pejabat Ukraina rezim Victor Yanukovych.

Dalam satu kunjungan Biden ke Kiev setelah tergulingnya Presiden Victor Yanukovych, dengan dada membusung Biden pun berkata, “Bayangkan dimana Anda (Ukraina) bisa berkata kepada Rusia: hentikan pasokan gas Anda. Kami sekarang sudah berubah.”

Biden pun “menggurui” para pejabat baru Ukrina yang dengan dukungan Amerika berhasil menggulingkan Yanukovych: “Sangat jelas dalam hal ini, Anda harus memerangi kanker korupsi!”

Tidak ada lagi mantra “konflik kepentingan” sebagaimana sering diucapkan para pejabat dan media Amerika ketika mengkritik Vladimir Putin atau pemimpin-pemimpin dunia lainnya yang tidak mereka sukai. Hunter Biden pun tiba-tiba seperti menjadi seorang rabi yang bijaksana.

“Saya percaya bahwa dukungan saya memberikan masukan kepada perusahaan tentang transparansi, kepemimpinan dan tanggungjawab perusahaan, ekspansi global dan prioritas-prioritas lain akan memberikan keuntungan ekonomi dan manfaat bagi rakyat Ukraina.”

Jika ditelusur lebih jauh, sebenarnya di Amerika-lah praktik KKN para pejabat dan pengusaha tumbuh paling subur. Baru-baru ini terungkap keterlibatan Senator Harry Reid dan putranya dalam kontrak jual-beli tanah federal yang dikelola lembaga federal pengelola lahan (BLM). Namun media massa diam membisu. Demikian pula senator Diane Feinstein dan suaminya yang terlibat dalam penjualan lahan strategis milik Kantor Pos AS.

Keterlibatan keluarga George Bush, Dick Cheney, Bill dan Hillary Clinton serta para pejabat publik lain dengan perusahaan-perusahaan kontraktor bahkan telah mencapai tingkat akut. Atau bahkan (kini mantan) Menlu  Condoleeza Rice yang namanya diabadikan pada salah satu kapal tanker raksasa sebuah perusahaan migas AS, Chevron.

Hunter adalah lulusan Yale Law School dan mantan eksekutif di MBNA America Bank. Dalam pemerintahan Bill Clinton, ia menjadi pegawai Departemen Perdagangan. Saat ini ia tengah menjabat sebagai partner sekaligus konsultan di beberapa perusahaan konsultan hukum sekaligus profesor di Georgetown University.

Selain Hunter, sebenarnya ada warga Amerika lainnya yang diangkat menjadi ekskutif Burisma Holding, yaitu Devon Archer. Ia adalah mitra Hunter di perusahaan konsultan Rosemont Seneca Partners yang dimiliki oleh Rosemont Capital, perusahaan konsultan keuangan yang didirikan Archer dan Christopher Heinz. Heinz sendiri adalah anak tiri dari John Kerry, Menlu Amerika.

Lengkap sudah KKN Versi Amerika di Ukraina.(ca/deutche welle/the guardian)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL