Gaza, LiputanIslam.com—Puluhan ribu warga Palestina memperingati 71 tahun Hari Nakba dengan mengikuti demonstrasi dan pawai di Jalur Gaza dan Tepi Barat.

Pada hari Rabu (15/5), pagar pemisah Israel-Gaza timur terlihat dipenuhi demonstran. Di antara mereka adalah Umm Mahdi Nofal (72), seorang wanita pengungsi dari Ashdod.

“Kami adalah generasi yang telah menderita rasa sakit karena pengusiran di antara tenda-tenda dan kamp,” katanya kepada Al Jazeera.

“Ketika keluarga kami melarikan diri ke Gaza, kami tidur di tanah di bawah langit. Rumah milik kami dicuri dan kami dibiarkan tinggal di kamp-kamp yang penuh sesak,” tutur Nofal.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, setidaknya 60 warga Palestina terluka oleh tentara Israel selama aksi protes. Saksi mata melaporkan, tentara menembakkan amunisi hidup, gas air mata, dan peluru baja berlapis karet untuk membubarkan pengunjuk rasa dari pagar pembatas.

‘Malapetaka’

Hari Nakba memiliki arti Hari Malapetaka, yaitu malapetaka yang menipa warga Palestina dalam perang yang menyebabkan pembentukan negara Israel pada tahun 1948. Pada tanggal itu, ratusan ribu warga Palestina diusir secara paksa dari rumah mereka.

Dalam hari peringatan ini, banyak warga Palestina membawa serta keluarga mereka dalam aksi demo dan pawai. Salah satunya Ahmad Attallah (46)  yang membawa anak-anaknya ke aksi di Gaza.

“Saya ingin menunjukkan kepada mereka bahwa tanah kami berada di belakang pagar itu, tempat nenek moyang kami diusir 71 tahun yang lalu,” katanya

“Kami tidak akan pernah melepaskan atau melupakan hak kami untuk kembali. Setiap orang Palestina di sini ingin menjalani kehidupan yang bermartabat di tanahnya dan rezim Israel harus memahami hal ini,” tambahnya.

Warga Gaza melakukan aksi mogok masal untuk menandai hari berkabung ini. Aksi ini digelar di kota di mana para pemilik toko menutup bisnis mereka.

“Ini adalah hari yang sangat menyedihkan bagi rakyat Palestina.  Ini adalah hari yang gelap bagi rakyat kami. Tujuh puluh satu tahun telah berlalu, dan Insya Allah kami akan segera kembali ke tanah air kami,” kata seorang warga Gaza bernama Baker Ibrahim. (ra/aljazeera)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*