Sumber: republika.co.id

Jakarta, LiputanIslam.com— Kinerja ekspor Indonesia pada April 2019 merosot tajam dibandingkan bulan sebelumnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor sepanjang April 2019 hanya 12,6 miliar dolar AS atau turun 10,80 persen dibanding bulan sebelumnnya sebesar 14,12 miliar dolar AS.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menyampaikan, penurunan ekspor ini disebabkan penurunan ekspor migas sebesar 34,95 persen dan ekspor nonmigas 8,68 persen.

“Penurunan ekspor polanya hampir sama, setiap bulan April mengalami penurunan,” kata Suhariyanto, Rabu (15/5).

Selain itu, berdasarkan sektornya, ekspor mengalami penurunan baik secara bulanan maupun tahunan. Ekspor migas turun 34,95 persen month to month (mtm), terutama karena penurunan hasil minyak dan gas dan turun 37,06 persen year on year (yoy) terutama karena penurunan pada minyak mentah, gas, dan hasil minyak.

Di sektor pertanian, ekspor turun 6,74 persen secara mtm, sementara secara yoy mencapai 15,88 persen.  Hal ini karena penurunan ekspor hasil hutan bukan kayu lainnya, buah-buahan, mutiara hasil budidaya, dan tanaman obat aromatik dan rempah-rempah.

Industri pengolahan juga mengalami penurunan sebesar 9,04 persen secara mtm dan 11,82 persen secara yoy. Hal ini karena penurunan logam dasar mulia termasuk perhiasan, minyak kelapa sawit, besi baja, dan peralatan listrik.

Di sektor pertambangan, ekspor turun 7,31 persen secara yoy. Hal ini karena penurunan hasil batubara, bijih tembaga, liknid, dan bijih besi.

BPS mencatat, penurunan ekspor paling dalam adalah perhiasan dan permata dengan nilai penurunan mencapai 339,2 juta dolar AS. Tujuan ekspornya adalah Singapura, Jepang dan Hong Kong. (sh/kontan/republika)

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*