rahbarTehran, LiputanIslam.com—Pemimpin Republik Islam Iran, Ayatullah Seyyed Ali Khamenei, menyatakan kecamannya terhadap organisasi HAM internasional yang bersikap diam atas tragedi Haji pada tahun 2015 lalu yang menyebabkan kematian ribuan peziarah. Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam pertemuan dengan keluarga korban peziarah Iran pada Rabu (7/9/16).

“Sikap diam ini adalah noda yang mencorang bangsa-bangsa Muslim. Ini adalah suatu malapetaka untuk dunia Islam,” tegas Khamenei.

Selain itu, Khamenei mengatakan pemerintah Saudi bersikap “memalukan” karena menolak untuk meminta maaf kepada negara-negara Muslim yang kehilangan warga negara mereka dalam tragedi tersebut.

Bukan hanya pemerintah, tetapi bahkan akademisi, aktivis politik, dan kalangan elit Muslim juga bungkam atas tragedi tersebut. Hal itu, ujar Khamenei, adalah melapetaka yang menyedihkan dan adalah “tragedi yang sebenar-benarnya” yang dihadapi umat Muslim.

“Rezim Saudi yang memalukan dengan dukungan dari Amerika Serikat telah berdiri memerangi Muslim dan menumpahkan darah di Yaman, Suriah, Irak, dan Bahrain. Maka, Amerika dan pendukung Saudi lainnya terlibat dalam kejahatan ini” lanjutnya.

Setidaknya 465 warga Iran meninggal dunia setelah dua kelompok besar peziarah berpapasan di persimpangan jalan di Mina dalam ritual Haji pada 24 September 2015. Angka kematian warga Iran adalah yang terbesar di antara negara lain.

Hanya beberapa hari setelah tragedi Mina, sebuah crane (alat berat) konstruksi jatuh di Grand Mosque di Mekah. Kejadian tersebut menyebabkan 100 peziarah meninggal dunia, di antaranya juga warga Iran, sementara 200 lainnya mengalami luka-luka. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL