Washington, LiputanIslam.com—Komisioner HAM PBB, Michelle Bachelet, mengaku “sangat terkejut” atas perlakuan pemerintah AS terhadap tahanan imigran dan pengungsi, termasuk anak-anak di bawah umur.

Bachelet, yang juga seorang mantan presiden Chile, mengatakan pada Senin (8/7) bahwa menahan anak-anak “dalam periode singkat dengan kondisi bagus saja bisa berdampak serius atas kesehatan dan perkembangan mereka.”

“Sebagai seorang dokter anak, ibu, dan mantan kepala negara, saya sangat terkejut bahwa anak-anak dipaksa tidur di lantai di fasilitas yang penuh sesak, tanpa akses ke perawatan kesehatan atau makanan yang memadai, dan dengan kondisi sanitasi yang buruk,” tuturnya.

Presiden AS Donald Trump telah membuat sikap yang keras pada imigran sebagai salah satu bagian dari janji kampanyenya membangun tembok di sepanjang perbatasan AS-Meksiko untuk menutup gelombang pendatang dari Meksiko dan Amerika Tengah.

Organisasi HAM Amnesty International pada minggu lalu melaporan bahwa Gedung Putih mulai melakukan pengekangan terhadap aktivis, jurnalis, dan pengacara yang mendukung hak-hak para migran.

Pada hari Sabtu lalu, media New York Times juga menerbitkan laporan tentang stasiun patroli perbatasan AS di Clint, Texas, yang dipenuhi ratusan anak yang mengenakan pakaian kotor dan ditahan di sel yang menjijikkan.

Bachelet mencatat, para imigran ini “telah memulai perjalanan berbahaya dengan anak-anak mereka untuk mencari perlindungan… yang jauh dari kekerasan dan kelaparan.”

“Tapi yang jelas, langkah-langkah pengaturan harus mematuhi kewajiban HAM negara dan tidak boleh didasarkan pada kebijakan sempit yang hanya bertujuan mendeteksi, menahan, mendeportasi imigran gelap tanpa pikir panjang,” imbuhnya. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*