Sumber: harianhalmahera.com

Jakarta, LiputanIslam.com– Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama pihak kepolisian terus berupaya mengawasi rekam jejak pengguna digital. Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan menyatakan bahwa tidak ada ruang sembunyi bagi pelaku pembuat dan penyebar hoaks.

Demikian hal itu disampaikan pada acara Forum Grup Diskusi Mabes Polri dengan mengangkat tema “Milenial dalam Pusaran Hoax dan Masa Depan Bangsa” di Jakarta Selatan, pada Rabu (16/8).

“Mau pakai nama palsu, pakai fotonya siapa, kita bisa temukan. Tidak bisa sembunyi di ruang digital,” ucapnya.

Semuel menegaskan, para pembuat hoaks dan penyebar ujaran kebencian bisa ditelusuri jejaknya. Konten apapun yang sudah diposting di media sosial, jejak digitalnya tidak akan bisa hilang 100 persen, meski sudah dihapus.

“Unggahan yang sudah dihapus penyebarnya tetap masif bergerak di sosial media lantaran banyak yang meneruskan informasi hoaks tersebut. Lebih-lebih ditambahkan caption bernada provokatif,” katanya.

Baca: Berantas Hoaks, Polri Minta Dukungan Masyarakat

Karena itu, masyarakat diminta agar hati-hati dalam membuat status dan menyebarkan informasi. Lebih baik cek dulu kebenarannya sebelum disebarkan. “Jika ragu dengan kebenaran informasi yang diterima, Kemenkominfo menyediakan kanal untuk mengeceknya di stophoax.id,” tandasnya. (aw/merdeka/ayosemarang).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*