Sumber: tempo.co

Jakarta, LiputanIslam.com— Kementerian Peradagangan (Kemendag) mengatakan harga rata-rata beras nasional saat ini relatif stabil. hal ini berdasarkan data pantauan harga Dinas Provinsi.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kemendag, Suhanto menyampaikan, pihaknya akan tetap menjaga pasokan dan stabilitas harga beras dengan melakukan operasi pasar.

Selain itu, Kemendag telah meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mengawal pelaksanaan operasi pasar. Sebab, ada beberapa wilayah yang memang diizinkan untuk melakukan campuran beras antar kualitas.

Baca: Gelar Operasi Pasar, Bulog Gelontorkan 600 Ribu Ton Beras

“Agar kualitasnya semakin baik dan sesuai preferensi konsumen di daerah, namun dijual paling tinggi sesuai HET (Harga Eceran Tertinggi) beras medium,” ujar Suhanto, Senin (7/10).

Berdasarkan catatan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga beras kualitas bawah I naik Rp 100, dari Rp 10.700 per kg pada 4 Oktober 2019, menjadi Rp 10.800 per kg pada 7 Oktober 2019.

Adapun harga tertinggi terjadi di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, dengan Rp 13.000 dan terendah di Kota Serang, Banten sebesar Rp 8.250 per kg.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Galuh Octania mengatakan, pemerintah harus terlus melakukan upaya stabilisasi harga. Sebab, walaupun harga beras naik tipis, tapi sudah berlangsung dalam lima bulan terakhir. Jadi, tidak menutup kemungkinan harga beras akan terus naik.

Dia berpendapat, Bulog juga harus berinovasi dalam melakukan operasi pasar sehingga proses serapan berasnya bisa berjalan lancar dan memenuhi target. (sh/tempo/jawapos)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*