Washington, LiputanIslam.com—Organisasi Kongres Yahudi Dunia (WJC) mendorong pemerintah AS untuk mewajibkan pendidikan tentang Holocaust di semua sekolah.

Pasalnya, mereka menemukan dalam sejumlah statistik pada tahun 2018, setengah kaum millennial Amerika tidak bisa menyebutkan satupun nama kamp konsentrasi Nazi.

WJC pun membuat sebuah petisi yang menyerukan kepada Kongres AS untuk “menjadikan pendidikan Holocaust wajib di setiap sekolah di Amerika Serikat”. Petisi ini menegaskan adanya peningkatan antisemitisme di antara masyarakat dan bahwa “kengerian Holocaust telah memudar dari ingatan kolektif kita, terutama di kalangan milenial.”

Sejauh ini, petisi tersebut telah mengumpulkan 8.500 tanda tangan.

Statistik dari Studi Pengetahuan dan Kesadaran Holocaust 2018 menemukan dari 1.350 orang Amerika berusia 18 tahun ke atas, 49% generasi milenial dan 45% orang dewasa tidak dapat menyebutkan nama kamp konsentrasi di Eropa selama Holocaust.

Terungkap pula bahwa 41% kaum milenial berpikir jumlah orang Yahudi yang terbunuh dalam Holocaust adalah dua juta atau kurang, bukan enam juta seperti yang diklaim kelompok Zionis.

Sebelum ini, sebuah RUU bernama ‘UU Pendidikan Never Again’ telah diusulkan oleh pejabat Carolyn Maloney (D-NY) untuk melatih para guru Amerika untuk mengajar siswa tentang Holocaust.

Negara-negara bagian seperti California, Florida, Illinois, Indiana, Michigan, New Jersey, New York, dan Rhode Island sudah memiliki UU yang mewajibkan pelajaran Holocaust. (ra/rt)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*