Amman, LiputanIslam.com–Badan PBB khusus pengungsi Palestina, UNRWA, menyatakan bahwa sekolah-sekolah yang diperuntukkan bagi setengah juta pengungsi Palestina akan tetap dibuka meski kekurangan dana akibat kebijakan AS.

Dalam sebuah pernyataan terbuka pada Kamis (16/8/18), UNRWA mengumumkan bahwa 711 sekolah yang dihadiri oleh 526.000 murid di kawasan Palestina, Yordania, Lebanon, dan Suriah akan dibuka pada bulan ini, yaitu dari tanggal 29 Agustus sampai 2 September.

Badan bantuan ini mengaku kekurangan dana untuk membiayai 22.000 guru dalam jaringan pendidikan mereka di kawasan pendudukan Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem al-Quds timur, serta Yordania dan Suriah.

Sementara itu, dalam sebuah pertemuan Komisi Penasehat UNRWA di Amman, Komisi Jenderal Pierre Krahenbuhl mengatakan bahwa sejak awal tahun ini, UNRWA telah menerima $238 juta dana kontribusi, namun mereka masih “belum keluar dari kesulitan”.

Menurut Krahenbuhl, UNRWA hanya mengantongi uang tunai untuk membiayai pelayanan selama September.

“Kami kini hanya punya cukup dana untuk membiayai kegiatan sampai akhir September,” kata Krahenbuhl. “Kami butuh $217 juta lebih banyak untuk memastikan sekolah kita bukan hanya tetap dibuka, tapi juga dapat berjalan hingga akhir tahun ini.”

Sekjen PBB Antonio Guterres pun pernah memperingatkan bahwa sekolah-sekolah ini mungkin tak akan dapat dibuka setelah Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk memotong pendanaan kepada UNRWA. Badan ini mengalami pemotongan dana bantuan sebanyak $300 juta dari AS.  (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*