Jakarta,LiputanIslam.com-Dalam kasus korupsi pengadaan paket penerapan KTP-elektronik (KTP-el), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil enam orang untuk proses penyelidikan.

Enam orang tersebut diperiksa sebagai saksi untuk tersangka baru kasus tersebut, yaitu Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra Paulus Tannos (PLS).

“Penyidik hari ini dijadwalkan memeriksa terhadap enam orang saksi dari untuk tersangka PLS terkait tindak pidana korupsi pengadaan paket penerapan kartu tanda penduduk berbasis nomor induk kependudukan secara nasional (KTP-elektronik),” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (22/8).

Enam orang tersebut adalah Hilda Yulistiawati seorang notaris, dua pegawai PT Berkah Langgeng Abadi, masing masing Nunuy Kurniasih dan July Hira, Marketing Manager Inti Valuta Mas Sukses Money Changer Riswan, Direktur PT Cisco Systems Indonesia Charles Sutanto Ekapradja, dan Direktur PT Noah Arkindo Frans Hartono Arief.

Baca juga: Kasus E-KTP, KPK Akan Ungkap Tersangka Baru

Sebelumnya KPK telah menetapkan empat tersangka baru dalam kasus tersebut, yaitu anggota DPR RI 2014-2019 Miriam S Hariyani (MSH), Dirut Perum Percetakan Negara RI (PNRI) dan Ketua Konsorsium PNRI Isnu Edhi Wijaya (ISE), Ketua Tim Teknis Teknologi Informasi Penerapan KTP-e atau PNS Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Husni Fahmi (HSF), dan Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra Paulis Tannos (PLS).

Mereka telah melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. (Ay/Antara)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*