mv maerskTeheran, LiputanIslam.com — Kapal kargo berbendera Kepulauan Marshall yang ditahan otoritas Iran minggu lalu dikabarkan akan dijual kecuali perusahaan pemilik kapal kargo itu mengganti rugi kepada perusahaan migas Iran.

Kantor berita Iran Press TV melaporkan, Selasa (5/5), kapal milik perusahaan pelayaran Denmark, Maersk, itu akan dijual jika perusahaan itu tidak membayar ganti rugi senilai $10 juta kepada Pars Tala’eyeh Oil Products Company yang terlibat konflik hukum dengan Maersk.

Hal itu disampaikan oleh Hamid-Reza Jahanian, Managing Director Pars Tala’eyeh Oil Products Company.

Dikutip oleh kantor berita Iran, MANA, Jahanian mengatakan kapal kargo itu akan segera dibebaskan bila Maersk telah membayar ganti rugi tersebut.

Mana melaporkan bahwa pertemuan-pertemuan telah digelar antara menejemen Maersk dengan para pejabat Badan Pelabuhan dan Kelautan Iran, namun belum menghasilkan kesepakatan. Selain itu pertemuan yang dilakukan Dubes Denmark di Iran dengan pejabat-pejabat Kemenlu Iran juga tidak menghasilkan hasil signifikan.

MANA juga melaporkan, para pejabat Maersk meminta dokumen-dokumen pengadilan yang telah memerintahkan penahanan kapal tersebut.

Kementrian Luar Negeri Iran menyebutkan bahwa kapal kargo MV Maersk Tigris yang berlayar dengan bendera negara Marshal Islands ditahan aparat keamanan Iran di Teluk Persia atas perintah pengadilan Teheran. Hal ini menyusul tuntutan yang diajukan oleh Pars Tala’eyeh yang terlibat perselisihan hukum dengan Maersk.

Kemenlu Iran juga menyebutkan bahwa awak kapal tersebut, yang sebagian besar berasal dari Eropa Timur dan Asia berada dalam kondisi baik, dan kapal itu akan diijinkan berlayar kembali jika perselisihannya dengan perusahaan migas Iran selesai.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL