Sumber: metro-online.co

Jakarta, LiputanIslam.com– Ancaman terhadap ideologi Pancasila masih terus muncul. Hingga kini masih saja ada pihak yang ingin mengganti Pancasila dengan ideologi lain. Oleh karena itu, kalangan nasionalis, Islam dan TNI harus terus bersatu bergandengan tangan menjaga Pancasila dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mengatakan bahwa untuk pertahanan negara TNI memiliki doktrin untuk mempertahankan keutuhan NKRI. Namun, kaum nasionalis dan agama tetap menjadi faktor penentu yang membuat negara bertahan dengan ideologi dan kebhinekaannya.

“Tidak perlu diragukan kalau bicara Islam, jelas perjuangan bagian dari iman. Kalau kami lihat kelompok nasionalis, kalau tidak ada nasionalis, ambruk negara ini,” ujarnya pada acara yang digelar Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (22/7).

Moeldoko mengisahkan bagaimana Indonesia secara politik dan sosial bisa bertransformasi dari pemerintahan totaliter menuju demokrasi. Menurut dia, banyak negara tidak mampu meniru Indonesia sehingga negara seperti Libia, Mesir dan Suriah, jatuh.

Baca: Soal Hoaks, Moeldoko Ingatkan Semua Pihak Tidak Ciderai Demokrasi

“Ada juga yang transformasi itu gagal seperti Myanmar karena kekuatan militernya begitu kuat sehingga melahirkan konflik sampai hari ini,” ucapnya. (aw/beritasatu/liputan6).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*