Ramallah, LiputanIslam.com–Seorang jurnalis Palestina ditangkap oleh rezim Israel karena merekam operasi tentara Israel di Ramallah, Tepi Barat. Rekaman itu disiarkan secara langsung lewat Facebook.

Otoritas Israel mengklaim jurnalis bernama Ali Dar Ali ini telah “menghasut kekerasan” terhadap tentara Israel.

Ali menyiarkan 2 video di Facebook pada Selasa (14/8/18) pagi yang memperlihatkan tentara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) beroperasi di kamp pengungsi Al-Amari. Tentara itu tengah menyusun rencana untuk menghancurkan sebuah rumah milik warga Palestina.

Menurut laporan dari jurnalis Gaza, Hind Khoudary, pasukan Israel kemudian merazia rumah Ali dan menangkapnya. Ibu Ali, Umm Ali Dar Ali, mengatakan kepada media RT bahwa keluarganya sedang tidur ketika mereka mendengar ketukan pintu pada tengah malam.

“Kami bangun dan membuka pintu. Mereka mengatakan bahwa mereka tentara… mereka naik ke lantai atas dan menangkapnya. Dia [Ali] bilang ke saya ‘Ibu, jangan khawatir. Semoga saya tidak akan ditahan lama’.” kata Ibu Ali.

Perusahaan media yang mempekerjakan Ali, Palestine Broadcasting Corporation, telah menyerukan otoritas Israel untuk segera membebaskan sang jurnalis. Mereka pun menuding rezim Israel dengan sengaja menyerang media Palestina.

“Tindakan ini ditujukan untuk membungkam suara Palestina dan meredupkan realitas sehingga Israel dapat melakukan kejahatan tanpa halangan,” kata PBC dalam sebuha pernyataan.

Ali adalah jurnalis ke-8 yang ditangkap oleh Israel sejak 30 Juli, menurut data dari Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ). (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*