Jurnalis Inggris, Steven Sotloff

Jurnalis Inggris, Steven Sotloff, sebelum dipenggal

London, LiputanIslam.com–Beredarnya video pemenggalan jurnalis Inggris oleh ISIS diprediksi akan membuat Inggris bergabung dengan AS dalam serangan ke Irak dan Suriah. Perdana Menteri Inggris, David Cameron, menyebut pemenggalan  itu sebagai perilaku yang menjijikkan dan tercela.

Jurnalis Inggris bernama Steven Sotlof itu telah diculik sejak 2013 silam di Suriah. Dalam pertemuan G8 di Irlandia utara tahun lalu, Cameron menyatakan bahwa ia tidak sudi membayar tebusan atau bernegosiasi dengan teroris. AS menyatakan sepakat dengan sikap Inggris, namun Prancis dan Italia dicurigai telah membayar tebusan demi menyelamatkan warga mereka yang diculik ISIS.

Menyusul beredarnya video pemenggalan itu, sejumlah anggota parlemen Inggris menyerukan agar Inggris bergabung dengan rencana pengeboman terhadap Irak dan Suriah yang digagas AS. PM Cameron masih belum memberikan keputusan, namun jelas ia tidak berniat mengulangi nasib sebelumnya, saat ia dipermalukan di parlemen setahun yang lalu. Saat itu, usulan Cameron untuk menyerang Suriah dengan alasan penggunaan senjata kimia oleh Assad telah ditolak mentah-mentah oleh parlemen.

Namun kini, sejumlah anggota parlemen yang dulu menolak serangan ke Suriah telah menyatakan dukungan untuk mengebom ISIS. Ed Miliband, anggota parlemen yang dulu berperan dalam kekalahan Cameron di parlemen, menyatakan, serangan itu harus dilakukan oleh koalisi internasional yang melibatkan negara-negara di kawasan. Serangan yang hanya dilakukan AS dan Inggris hanya akan mengulangi Perang Irak, kata Milliband, seperti dikutip harian the Independent. Kenangan buruk atas Perang Irak diperkirakan akan membuat publik Inggris menolak serangan ke Suriah.

Polling yang dilakukan ComRes untuk harian The Independent akhir pekan lalu menemukan bahwa hanya 35 persen warga Inggris yang mendukung serangan udara ke Irak dan Suriah, sementara 50 persen lainnya menentang dan 15 persen menjawab ‘tidak tahu’. Namun, berita tentang Steven Sotloff diperkirakan akan mengubah opini publik.(dw/theindependent)

catatan redaksi: berita ini ditulis pukul 6.00 WIB dengan sumber the Independent. Pada pukul 7.00 WIB, LI juga memposting berita dari sumber lain, yang menyebut Sotloff jurnalis AS (baca: ISIS Publikasikan Video Wartawan AS, Steven Sotloff). Pada pukul 16.30 WIB, diketahui Independent telah mengubah beritanya dan menyebut Sotloff jurnalis AS, bukan Inggris.

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL