Foley asli (kanan), foley di video (kiri)

Foley asli (kanan), foley di video (kiri)

Damaskus, LiputanIslam.com — Terkait kasus pemenggalan wartawan Amerika Serikat James Foley, juru bicara resmi Presiden Suriah Bashar al-Assad, Bouthaina Shabaan, turut angkat bicara. Ia menyatakan bahwa Foley sebenarnya tewas tahun lalu.

“James Foley pertama kali ditangkap oleh Tentara Pembebasan Suriah (FSA) dan ia dijual ke komplotan ISIS. Anda dapat melakukan konfirmasi kepada PBB. James Foley tewas tahun lalu, bukan baru-baru ini. Dan sekarang, mereka (ISIS) hanya sekedar merilis gambar,” ungkap Shabaan, seperti dilansir Ria Novosti, 26 Agustus 2014. (Baca juga: ISIS Sebarkan Video Penyembelihan Wartawan AS)

Lebih lanjut, dikatakan tewasnya Foley tahun lalu, telah diketahui oleh PBB. Sehingga menurut dia, banyaknya rumor yang beredar justru membingungkan. Shabaan memastikan bahwa pihaknya memiliki informasi yang akurat.

Namun Presiden GlobalPost Phil Balboni segera merespon pernyataan Shabaan. Menurut  Balboni, klaim tersebut ‘benar-benar palsu’. Selain itu, pernyataan Shabaan dianggap bertentangan dengan bukti-bukti yang tak terbantahkan. (Baca juga: Pendukung Teroris Yang Mendadak Anti-Hoax)

“Kami memiliki beberapa saksi mata dari para sandera yang bersama Jim bulan lalu,” ujarnya, seperti dilansir The Blaze.

Pekan lalu, muncul video mengejutkan, yaitu digoroknya (orang yang disebut sebagai Foley) oleh kelompok teroris ISIS, dan disiarkan di seluruh dunia. Rekaman video yang berjudul ‘The Message to USA’ atau pesan untuk Amerika Serikat, merupakan peringatan atas serangan yang dilancarkan AS kepada ISIS di Irak.

Pada tanggal 12 Agustus, keluarga Foley menerima surat dari militan ISIS yang memperingatkan akan dilakukan eksekusi wartawan. Surat itu diterbitkan oleh GlobalPost, dengan persetujuan keluarga Foley demi transparansi kisah wartawan secara utuh.  (Baca juga: AS Akui Gagal Selamatkan James Foley)

Lalu menurut pihak layanan keamanan Inggris, tersangka utama dalam pembunuhan Foley adalah rapper asal London Abdel-Majed Abdel Bary, juga dikenal sebagai Jihad John. Dari berbagai laporan, sekitar 500 warga Inggris diyakini telah bergabung dengan ISIS di Suriah.

Foley asli dan Foley di

Foley pada The Telegraph

Dari analisis video ini, diungkapkan kecurigaan para ahli terkait keaslian sosok Foley. Foley yang asli dan Foley dalam video terlihat tidak mirip.  Foley asli memiliki rahang yang kokoh, bekas luka pada bawah bibir sebelah kanan, alis tebal, bibir penuh, serta terlihat jelas jakun di lehernya. Sedangkan Foley pada video yang dirilis ISIS, struktur rahangnya halus, tak ada bekas luka di bawah bibir, alis dan bibirnya tipis, dan tak berjakun. (Baca juga: Antara Obama, FPI dan James Foley)

Namun setelah analisis hoaxnya video penyembelihan Foley, muncul lagi analisis lain.  Tim ahli forensik menduga, pembunuhan Foley dilakukan tanpa terekam kamera. Sedangkan video yang diedarkan itu dinilai dilakukan di sebuah panggung sesuai skenario. Hanya saja, analisis yang dilansir The Telegraph pada 25 Agusts 2014 tersebut menampilkan gambar Foley yang berbeda dengan yang terdapat pada video. (ba)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL