Sumber: eramuslim.com

Surabaya, LiputanIslam.com– Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko menegaskan bahwa Enzo Zenz Allie akan dikeluarkan dari taruna Akademi Militer (Akmil) TNI jika terbukti terlibat simpatisan organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) atau tidak loyal terhadap ideologi negara Pancasila.

“Di TNI itu mengenal penelitian personel yang bertahap dan berlanjut. Jadi itu nanti akan terlihat dan diikuti dari waktu ke waktu. Suatu saat orang-orang yang yang memiliki catatan-catatan itu pasti ketahuan. Kalau itu nyata-nyata pasti akan dikeluarkan. Apalagi di pendidikan. Itu pasti,” tegasnya saat di Surabaya, Sabtu (10/8).

Hal senada juga sudah disampaikan Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan), Ryamizard Ryacudu menyatakan dengan tegas bahwa TNI harus memberhentikan pemuda keturunan Prancis bernama Enzo Zenz Allie jika benar terlibat dengan HTI.

“Kalau benar (simpatisan HTI), saya suruh berhentiin. Makanya dicek dulu. Kalau dia benar-benar khilafah, ya enggak ada urusan,” ujarnya.

Sebelumnya, Anggota Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Mahfud MD menilai institusi TNI kecolongan terkait kasus itu. Padahal sebagai institusi yang ketat, menurutnya, TNI dapat mengantisipasi hal-hal seperti simpatisan organisasi terlarang dan anti ideologi bangsa.

Baca: Menteri Pertahanan Ryamizard Sebut 3 Persen Anggota TNI Berpaham Radikal

“(TNI) kecolongan menurut saya. TNI itu kan lembaga yang dikenal ketat ya, dikenal ketat tahu rekam jejak, kakeknya (Enzo) siapa, kegiatannya apa, ternyata ini lolos di Akmil. Sampai diberi penghargaan kehormatan khusus oleh Panglima, diajak wawancara khusus,” ucapnya. (aw/kompas/detik).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*