ilustrasi: Gulfstream-IV

ilustrasi: Gulfstream-IV

Makassar, LiputanIslam.com–Sukhoi milik TNI AU kembali unjuk gigi. Kali ini, pesawat nakal yang melanggar wilayah NKRI adalah jet pribadi jenis Gulfstream IV dengan operator Saudi Arabian Airlines. Awalnya, saat ATC  Ujung Pandang menanyai izin, pilot pesawat itu menyebutkan bahwa dia sudah memiliki izin penerbangan dengan nomor 5042+AUNBLN+DAU3010+2014. Namun setelah diperiksa ulang ternyata nomor tersebut adalah perijinan melintas bagi pesawat Haji jenis Boeing 747-400. Jet itu semakin menunjukkan ‘kenakalannya’ dengan menambah kecepatan, yang semula 0.75 Mach menjadi 0.85 Mach. Pengendali Operasi pertahanan udara di Popunas Jakarta dan Posek II Makasar menilai pesawat tersebut berniat kabur. Sukhoi TNI AU pun mengejar dan memaksanya mendarat.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara Mersekal Pertama TNI Hadi Tjahjanto  mengatakan, jet pribadi itu berangkat dari Singapura menuju Darwin Australia sebelum menuju tujuan akhir Brisbane.

“Sempat mencoba melarikan diri dengan kecepatan tinggi namun tetap dapat disergap oleh flight Sukhoi pada jarak 150 km timur laut Kupang pada ketinggian 41.000 kaki dan kecepatan 450 kts dari Makasar,” ujarnya melalui siaran pers, seperti dikutip Bisnis.com, Senin (3/11/2014).

Operasi penyergapan dilaksanakan di bawah kendali Pangkosek Hanudnas II yaitu Marsma TNI Tatang Herlyansah di Pusat Operasi Sektor Hanudnas II di Makassar, dengan di bawah komando penuh Pangkohanudnas Marsda TNI Hadiyan Sumintaatmaja dari Pusat Operasi Pertahanan Udara Nasional di Lanud Halim Perdanakusuma.

Setelah diketahui pesawat asing tersebut tidak memiliki izin, dengan cepat 2 pesawat Sukhoi Su-30 MK2 dengan call sign “Thunder Flight” disiapkan dengan bahan bakar penuh dan amunisi lengkap, termasuk rudal udara ke udara canggih R-73 Archer untuk menyergap sasaran.

Sementara itu, Thunder Flight terdiri dari 2 Su-30 yang dipiloti oleh Vincent / Wanda dan Tamboto/ Ali tak butuh waktu lama melaksanakan Scramble dan take Off tepat saat pesawat asing melintas meninggalkan wilayah udara Kalimantan menuju selatan Makasar. Pada pukul 12.12 WIB kedua pesawat Sukhoi sudah tinggal landas untuk mengejar pesawat target yang sudah ke arah Timur dari Makassar. Saat itu posisi pesawat target 200 km selatan Makasar dengan kecepatan 0.80 M (864 kmpj) dengan ketinggian 41.000 kaki.

Pesawat Gulfstream yang terbang tinggi pada ketinggian 41 ribu kaki nampaknya tahu jika dikejar dan meningkatkan kecepatan semula dari kecepatan jelajah 0.74 Mach (700 kmpj) menjadi 0.85 Mach (920 kmpj). Namun Sukhoi mengejar dengan kecepatan suara yaitu antara 1.3 – 1.55 Mach (1400- 1700 kmpj). Thunder Flight melaksanakan pengejaran sampai melewati Eltari, Kupang dan berhasil mendekati pesawat tersebut dan dapat melaksanakan komunikasi dengan radio di sekitar 85 Nm atau 150 km dari Kupang serta sudah mendekati perbatasan wilayah udara Timor Leste.

Kru jet Arab Saudi itu cukup komunikatif saat diperintahkan oleh Thunder Flight untuk berbelok ke kanan menuju Lanud Eltari Kupang. Didekati dengan kecepatan suara dan senjata rudal R-73 Archer yang sangat canggih tidak ada pilihan bagi pesawat Gulfstream IV ini selain menuruti perintah untuk mendarat di Kupang. Akhirnya pukul 13.25 WIB pesawat tersebut landing di Lanud Eltari. Pilot dan kru pesawat itu pun diinterogasi TNI karena telah melanggar wilayah kedaulatan NKRI tanpa izin. (fa)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL