Foto: farsnews

Foto: farsnews

LiputanIslam.com — Jenderal Qassem Soleimani, Komandan Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dirumorkan tewas. Namun, hal itu dibantah keras oleh pihak IRGC.

“Rumor itu adalah sesuatu yang sangat lucu. Kami tekankan bahwa komandan pemberani kami masih hidup dan baik-baik saja,” jelas sumber tersebut, seperti dilansir FNA, (15/11/2015).

Yang menyebarkan rumor ini adalah group teroris yang beroperasi di Suriah dan Irak, juga media-media Israel mengklaim bahwa Jenderal Soleimani telah tewas di Aleppo.

“Sepertinya rumor ini disebarluaskan oleh teroris akibat pukulan berat yang mereka dapatkan dari tentara Suriah. Pihak Iran memberikan nesehat-nasehat strategis di berbagai medan pertempuran Suriah, dan Jenderal Soleimani memegang posisi kunci dalam hal ini,” tambahnya.

“Segala sesuatu tentangnya selalu ‘top secret’ dan hanya tim yang menyertai dia, berikut sedikit komandan — yang mengetahui dimana keberadaannya secara pasti,” tambahnya.

Terkait Jenderal Soleimani, ada protokol dan SOP yang harus dilalui untuk menghubunginya. Hanya pihak yang bertanggung jawab dalam memimpin pertempuran melawan teroris yang bisa berkoordinasi dengannya.

Ada yang salah-dipahami terkait Soleimani. Ia bukanlah komandan di medan pertempuran yang bisa diburu, melainkan adalah komandan yang mengkoordinasikan perang yang berkecamuk di Irak dan Suriah. Kedua negara ini menghadapi teroris yang sama. Bagaimana cara memerangi mereka dengan strategi yang paling efektif di pertempuran, posisi tersebut dipegang Soleimani. Jika kita mengikuti berita perkembangan di medan perang, seringkali wilayah-wilayah yang bisa direbut dari tangan teroris memiliki rentang waktu yang tidak berjauhan. Misalnya, ketika pangkalan Kwaires di Suriah berhasil direbut oleh tentara gabungan (SAA+ NDF+ Hizbullah+ Rusia), tak lama kemudian, wilayah Sinjar di Irak juga berhasil diambil alih oleh pasukan Kurdi.

Dan tentu saja, seorang top leader seperti Soleimani tidak akan memimpin pasukan-pasukan di medan perang yang berskala kecil.

“Teroris dan pendukung mereka, komplotan Zionis, menyebarkan rumor karena dua alasan. Pertama, untuk memperlemah moral pasukan perlawanan dan tentara Suriah, dan yang kedua, untuk mencoba melacak keberadaannya berdasarkan respon yang kami keluarkan. Yang pasti, Jenderal Iran tersebut masih hidup, dan ia berada di salah satu negara di kawasan.”

Foto: farsnews

Foto: farsnews

“Namun untuk memastikan bahwa laporan kalian benar-benar palsu, kami akan beritahu kalian bahwa Jenderal Soleimani berada di kota suci Karbala di selatan Irak, dan sedang melakukan ziarah ke makam Imam Hussein beberapa hari yang lalu,” tambahnya.

Pihak IRGC juga membantah keterangan yang berasal dari para fans Jenderal Soleimani. Akhir-akhir ini, ia telah menjadi idola baru berkat kepiawaiannya meracik strategi di kawasan.

“Ada fans yang mengatakan bahwa Jenderal Soleimani ada dalam operasi militer di Aleppo kemarin. Kami perlu sampaikan lagi bahwa posisinya berubah setiap satu jam sekali.”

“Untuk siapapun yang mencintai dan mengidolakannya harus tahu saat ini bahwa media-media Israel dan Barat mulai merilis rumor tentang kondisi kesehatan Jenderal Soleimani saban hari.”

Debkafile, media Israel menyebarkan rumor yang diciptakan oleh teroris, menyebutkan bahwa Jenderal Solemani terjebak di dalam mobilnya yang memuat misil TOW. Dan sudah jamak diketahui bahwa Debkafile seringkali memuat laporan-laporan palsu yang digunakannya untuk perang psikologi.

Apalagi saat ini, tentara Suriah, NDF, Hizbullah, yang didukung oleh jet tempur Rusia, tengah berada di atas angin. Kemajuan mereka di Aleppo semakin signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Ratusan teroris dilaporkan tewas, dan ribuan lainnya melarikan diri dari pertempuran ke titik perbatasan antara Suriah dengan Yordania dan Turki, dan sebagian mereka memilih menyeberang ke kedua negara itu.

Dan Jenderal Soleimani dipuji oleh berbagai lapisan masyarakat Iran sebagai figur pemimpin pemberani, yang piawai mengatur strategi dalam memerangi teroris di kawasan.

Legislator Iran, dalam pernyataannya berkata, “Kami mengapresiasi kekuatan, komitmen dan kecerdasan dari pahlawan kami, Jenderal Soleimani. Kami juga mengapresiasi Pasukan Al-Quds dan pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran dalam upaya membela negara-negara Muslim, membantu mewujudkan keamanan regional dengan turut terjun memerangi teroris ala ISIS yang tengah menjalankan agenda Zionisme dengan melakukan tindakan kejahatan,” paparnya.

Awal November, seorang pejabat militer senior di Baghdad mengungkapkan tentang pembebasan Jurf al-Sakher. Jenderal Soleimani yang menyusun strategi untuk merebut wilayah yang dikuasai ISIS tersebut. Setelah pertempuran sengit di Jurf al-Sakher, pasukan militer Irak berhasil meraih kemenangan, hingga stasiun televisi setempat menunjukkan parada tank dan Humvee (senjata) yang dilakukan oleh pasukan Irak untuk merayakan keberhasilan ini.

Komandan Irak tersebut, yang menggunakan nickname Abu Zainab, mengayakan bahwa Jenderal Soleimani mulai menyusun rencana sejak tiga bulan sebelumnya. Ia melatih sekitar 7.000 pasukan petempur, dan mengkoordinasikan dengan komandan lainnya yang memimpin operasi.

Saat operasi besar-besaran tersebut, Jenderal Soleimani berada di garis depan. Ia disebut sebagai jenderal yang tidak memiliki rasa takut — ia tidak pernah menggunakan jacket anti peluru kendati berada di garis depan.

“Soleimani menyatakan kepada kami, bahwa kematian adalah awal dari sebuah kehidupan (yang hakiki), bukan sebuah akhir,” sebutnya. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL