Sumber: kumparan.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Harga cabai rawit menjelang Idul Adha 1440 melambung tinggi hingga tembus Rp 100 per kilogram (kg).

Kenaikan harga cabai rawit melejit dari Rp 80 ribu per kg menjadi Rp 100 ribu per kg. Kenaikan harga cabai ini disebabkan oleh tingginya permintaan menjelang hari raya Idu Adha.

“Sekarang harga cabai rawit harganya gila-gilaan Rp 100 ribu per kg. Cabai merah jadi Rp 80 ribu per kg,” ujar Suwondo, pedagang bumbu dapur di Pasar Tamin, Jumat (9/8).

Baca: Harga Meroket, Kementan: Produksi Cabai Minim

Suwondo mengatakan, permintaan cabai merah mulai berkurang karena harganya masih tinggi. Dia mengaku tidak banyak menyetok cabai merah dan cabai rawit karena khawatir akan busuk karena pembeli berkurang.

Sementara itu, di Pasar Slipi, Jakarta Barat, harga cabai merah berada di kisaran Rp 95 ribu – Rp 100 ribu per kg. Sedangkan harga cabai rawit hijau sebesar Rp 70 ribu per kg.

“Harga cabai merah dan keriting sama, Rp 95 ribu – Rp 100 ribu per kilogram,” kata Sri Utami, seorang pedagang di Pasar Slipi, Jakarta, Jumat (9/8).

Sri menilai, tingginya harga cabai tidak terjadi karena kesalahan pemerintah, tetapi karena musim kemarau yang panjang.

“Ada yang bilang karena pemerintah, padahal kemarau,” ucapnya.

Trisno, pedangang lain di Pasar Slipi, menyampaikan hal yang serupa. Dia menyebutkan harga cabai rawit merah mencapai Rp 100 ribu per kg. Selain itu, menurutnya, kenaikan harga cabai disebabkan oleh musim kemarau.

“Rawit merah Rp 100 ribu per kg, keriting merah Rp 80 ribu per kg. (Naik) karena memang kemarau, kemarin sebelum Idul Adha juga sudah mahal,” ujarnya. (sh/liputan6/republika)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*