Sumber: merdeka.com

Madiun, LiputanIslam.com– Ratusan masyarakat Madiun Jawa Timur ikut memeriahkan acara tradisi larung sesaji yang menampilkan ikan raksasa di Waduk Bening, Widas, Saradan pada Minggu (29/9). Acara itu sebagai upaya menjaga dan melestarikan tradisi dan budaya leluhur.

Bupati Madiun, Ahmad Dawami mengatakan bahwa acara tersebut sebagai salah satu bentuk syukur masyarakat atas banyaknya manfaat yang didapat dari alam. Ia juga memimpin doa agar tumpeng dan larung sesaji itu membawa keberkahan bagi masyarakat Madiun.

“Alam jangan hanya diambil manfaatnya saja. Tumpeng Bogomukyo ini adalah sebagai bentuk rasa syukur mau menjaga alam, waduk, sumber mata air, dan pohon yang disebut dengan ekosistem,” ujarnya.

Sementara Direktur Kebudayaan Kemendikbud, Chrystriyati Arini menyatakan bahwa acara tradisi larung sesaji merupakan bentuk upaya melestarikan budaya dan hubungan manusia dengan manusia. Ia berharap, semangat kebudayaan juga tumbuh di daerah lain.

Baca: Awal Pekan, Harga Daging Ayam dan Gula Pasir Turun

“Larung Sesaji ini kegiatan langka. Menghidupkan kembali ekosistem kebudayaan dan semoga tumbuh juga di daerah lain yang kemudian kita bisa bangga dengan budaya kita sendiri,” ucapnya. (aw/merdeka/liputan6).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*