Foto PM Australia Scott Morrison. (AFP)

Canberra, LiputanIslam.com–Pemerintah Australia pada Jumat (14/12) memperingatkan warganya yang berkunjung ke Indonesia agar sangat berhati-hati jelang pengumuman pemindahan kedubes ke Yerusalem.

PM Australia Scott Morrison diperkirakan akan mengumumkan keputusan soal pemindahan kedubes mereka dari Tel Aviv ke Yerusalem al-Quds pada hari ini juga di Institut Sydney.

Rencana Australia dalam mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel ini mengikuti jejak langkah AS yang mendapat banyak kecaman dari dunia, termasuk Indonesia yang bermayoritas Muslim.

Maka dari itu, Departemen Luar Negeri negara ini memperingatkan warganya yang berencana melakukan perjalanan wisata ke Bali dan destinasi di Indonesia lainnya untuk “melatih kewaspadaan tinggi.”

“Demonstrasi telah digelar selama beberapa minggu terakhir di depat kedubes Australia di Jakarta dan kantor konsulat di Surabaya, dan dapat terus berjalan di Jakarta, Surabaya, Bali, and Makassar ” sebut deplu Australia.

Pada bulan lalu, pemerintah Indonesia merespon keras ide PM Morrison tentang pengakuan Yerusalem dan pemindahan kedubes.

Jakarta menilai langkah kontroversial yang terinspirasi dari Amerika Serikat itu melanggar hukum internasional.

Tak lama setelah rencana kontroversial itu diumumkan Morrison, Indonesia langsung menerbitkan pernyataan kecaman hingga memanggil duta besar Australia di Jakarta.

Indonesia bahkan mengancam rencana Negeri Kangguru itu bisa mempengaruhi proses penyelesaian perjanjian perdagangan bernilai US$11,4 miliar (sekitar Rp17,3 triliun) dengan Australia. (ra/presstv/cnn)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*