Washington, LiputanIslam.com–PM Israel Benjamin Netanyahu meminta AS agar tetap berpihak kepada Pangeran Suadi Mohamed Bin Salman (MBS) setelah peristiwa pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Demikian laporan dari kantor berita Washington Post.

Washington Post  mendapatkan kabar ini dari pejabat AS yang mengetahui rangakaian percakapan telepon dari penasehat dan menantu Trump, Jared Kushner, dan Penasehat Keamanan Nasional John Bolton terkait kasus Khashoggi.

“Dalam beberapa hari terakhir, Presiden Mesir Abdel Fatah Al-Sisi dan PM Israel Benjamin Netanyahu mengajak pemerintah Trump untuk mendukung pangeran [MBS], dengan alasan dia adalah rekan strategis yang penting di kawasan…,” tulis WP dalam sebuah laporan pada Kamis (1/11/18),.

MBS mendapat kecaman keras dari dunia internasional karena diduga terlibat dalam pembunuhan brutal Khashoggi yang hilang di konsulat Saudi pada 2 Oktober lalu. Sejumlah pemimpin dunia bahkan menghentikan penjualan senjata dari negara mereka ke Saudi.

Pembunuhan Khashoggi dan pengucilan Arab Saudi diperkirakan akan merugikan Israel. Pasalnya, kedua negara ini baru menjalin hubungan hangat dan bekerja sama untuk melancarkan rencana perdamaian Timur Tengah yang bernama “Deal of the Century”.

Jurnalis Israel, Ronen Bergman, pernah memaparkan pada bulan Oktober lalu bahwa “visi MBS untuk Timur Tengah adalah isu sentral bagi para pemimpin seperti Trump dan Netanyahu, terutama setelah peningkatan kerja sama Saudi-Israel… untuk melawan Iran, Hizbullah, [Presiden Suriah Bashar] Assad…”

“MBS mengembangkan visinya ini, tetapi kini sayapnya terpotong. Jika dia diam, dia tidak akan dapat melanjutkan langkah rahasianya yaitu menawarkan layanan intelijen. Sumber dayanya yang luar biasa akan sangat dirugikan,” jelasnya.

Israel dan Arab Saudi diketahui pernah berkolaborasi untuk menyerang para pengkritik atau ‘pembangkang’ seperti Khashoggi.

Pada bulan Oktober lalu, muncul kabar bahwa Arab Saudi menggunakan teknologi Israel untuk memata-matai pengkritik Saudi, Omar Abdulaziz, di Kanada. Saudi dilaporkan menggunakan perangkat lunak “Pegasus” dari Israel untuk menyadap iPhone milik Abdulaziz, setelah sebelumnya mengancam akan menangkap keluarganya jika dia tidak berhenti menulis tentang konflik kerajaan Saudi dengan Kanada. (ra/mintpress)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*