Potret salah satu masjid kuna di Tiberias. Masjid Agung Al-Omri.

Tiberias,LiputanIslam.com—Otoritas Israel telah menghancurkan sebuah masjid bersejarah umat Muslim di daerah Tiberias, sebuah kota yang terletak di sebelah utara Israel. Portal berita Memo melaporkan pada Senin (5/2) bahwa pemerintah Israel nantinya akan membangun sebuah musium di atas bekas bangunan masjid kuna itu.

Aksi sepihak pemerintah Israel ini mendapatkan kecaman dari pemuka umat Muslim yang hidup di wilayah Israel. “Kami harus pergi ke Tiberias dan menghentikan penghinaan terhadap sebuah situs suci umat Muslim,” ucap Mohammad Baraka, Ketua Komite Tinggi Masyarakat Arab. Ia menjelaskan bahwa penghancuran masjid bersejarah ini bertujuan untuk menghapus simbol-simbol Palestina di Kota itu.

“Masyarakat Arab di Israel tidak akan pernah membiarkan tindakan semacam itu dan bersumpah akan melindungi masjid kuna tersebut serta berbagai tempat suci lainnya,” tambahnya.

Masjid Al-Bahr telah dibangun pada 1743 oleh pemimpin Muslim Tiberias waktu itu yang bernama Al-Zaher Omar. Masjid ini terletak di tepi Danau Tiberias, yang juga dikenal dengan sebutan Sea of Galilee. Sejak Israel menjajah Palestina pada 1948, umat Muslim dilarang untuk memasuki masjid Al-Bahr.

Hingga saat ini, ada sekitar 1/5 penduduk Israel adalah orang-orang Palestina yang seringkali disebut dengan orang-orang Arab-Israel. Sejak penjajahan berlangsung, mereka mendapatkan perlakuan diskriminatif oleh otoritas Israel.

Telah banyak situs-situs suci umat Muslim, termasuk pemakaman, yang dirusak oleh pemerintah Israel dan diubah menjadi bar dan klub malam, seperti di daerah Jaffa, Lod, Al-Ramla, Ashkelon, dan berbagai kota lainnya.

Tindakan otoritas Israel ini telah melanggar kesepakatan antara otoritas setempat dengan komunitas orang-orang Palestina di Israel yang disepakati pada tahun 2000 silam. Kesepakatan itu ditetapkan untuk mempertahankan status quo di masjid. (fd/memo)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*