Tel Aviv, LiputanIslam.com–Seorang jurnalis Yahudi-Amerika pro-Palestina yang mendukung gerakan boikot terhadap Israel, mengaku ditahan di bandara Tel Aviv dan diinterogasi mengenai aktivitas politiknya.

Dalam sebuah laporan yang dirilis di majalah The Forward pada Senin (13/8/18), jurnalis Peter Beinart mengatakan bahwa ia datang ke Israel untuk kunjungan keluarga. Namun, pada saat kedatangannya di bandara Ben Gurion, ia dibawa oleh petugas ke sebuah ruangan dan diinterogasi selama sekitar satu jam.

Seorang petugas keamanan bandara menanyakan tentang kunjungan Beinart beberapa waktu lalu di kota al-Khalil, Tepi Barat, untuk memprotes kondisi HAM warga Palestina.

Menurutnya, interogasi tersebut berlangsung dengan sangat “menekan.”

“Sesi itu berakhir ketika si interogator menanyakan kepada saya, jika saya berencana mengikuti aksi protes lagi. Saya menjawab dengan jujur: Tidak. Maka saya dikirim kembali ke ruang penahanan.”

Beinart, yang bekerja sebagai editor di majalah The Atlantic dan pengamat politik CNN, menekankan bahwa penahanannya itu membuktikan bagaiman PM Israel Benjamin Netanyahu telah “dikukuhkan” oleh Presiden AS Donald Trump.

“Penahanan saya adalah satu lagi contoh bagaimana Trump telah mengkukuhkan Netanyahu. Sebuah pemerintah Israel yang dipimpin oleh pria yang tidak menghargai demokrasi liberal ataupun aturan hukum, kini tahu bahwa negaranya memiliki spirit yang sama dengan Washington. Seminggu sebelum penahanan saya, teman saya Simone Zimmerman juga mengalami hal yang sama,” paparnya.

Zimmerman,  seorang aktivis Yahudi-Amerika anti-penajajahan, ditahan oleh Israel di perbatasan antara Mesir dan kawasan pendudukan. Dia juga diinterogasi perihal opini politiknya.

Sementara itu, organisasi pro-Israel J Street mengecam penahanan Beinart dan menuntut Israel untuk mengakhiri kebijakan “interogasi politik” kepada orang-orang yang mengkritik rezim.

Mespon kejadian ini, PM Netanyahu meminta maaf kepada Beinart dan menyebut penahanannya itu ‘sebuah kesalahan administratif’.

Sementara layanan mata-mata Israel, Shin Bet, juga menyebut kejadian ini sebagai “kesalahan penilaian” oleh para petugasnya. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*