Tepi Barat, LiputanIslam.com—Rezim Israel menyita hampir 300 hektar tanah milik warga Palestina di Tepi Barat. Demikian laporan dari media Palestina.

Tanah yang disita akan dibangun kamp militer di selatan distrik Betlehem.

Komite Perlawanan Permukiman dan Tembok [Perbatasan] pemerintah Palestina mengecam penyitaan ini dan telah mengajukan banding ke Mahkamah Agung Israel.

Rezim Israel terus-menerus mencaplok tanah dan memperluas pemukiman ilegal mereka di wilayah pendudukan Palestina. Menurut Kementerian Luar Negeri Palestina pada hari Kamis (27/12), tindakan ini mengancam seluruh budaya perdamaian, memperparah praktik apartheid dan menghancurkan solusi dua-negara.

Kemenlu Palestina pun menyerukan PBB, Pengadilan Kriminal Internasional dan para aktivis HAM dunia berupaya mengambil langkah-langkah hukum internasional atas rezim Tel Avi.

Sampai kini, terdapat sekitar 600.000 warga Israel yang menempati lebih dari 230 permukiman ilegal yang dibangun sejak 1967 di Tepi Barat dan Yerusalem al-Quds. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*