israeli-barcode-729Tel Aviv, LiputanIslam.com — Sebuah studi di Israel menunjukkan bahwa aksi boikot internasional atas Israel telah merugikan Israel senilai $30 juta.

Laporan media Israel Maariv hari Jumat (7/3) berdasarkan sumber-sumber pemerintahan Israel menegaskan bahwa aksi boikot inernasional atas Israel yang digerakkan oleh kelompok Boycott, Divestment and Sanctions (BDS) telah menimbulkan kerugian ekonomi bagi Israel hingga senilai 100 juta shekel atau setara $30 juta, yang jika dirupiahkan mencapai lebih dari Rp 300 miliar.

Beberapa sumber di Israel menyebutkan bahwa aksi boikot tersebut sebagai “perang yang konstan” terhadap Israel, namun sumber-sumber lainnya menyebutkan aksi tersebut akan semakin membesar, terutama di Eropa.

Saat ini nilai ekspor produk-produk Israel yang dibuat di wilayah pendudukan diperkirakan mencapai $90 juta (300 juta shekel).

Pada hari Rabu (5/3), sejarahwan Amerika Rashid Khalidi dan filsuf Judith Butler melancarkan kampanye menentang aksi-aksi intimidasi terhadap suara-suara kritis terhadap Israel, terutama terhadap pihak-pihak yang mendukung aksi boikot Israel.

“Adalah penting untuk diakui bahwa boikot secara internasional diakui dan secara konstitusi merupakan bentuk ekspresi politik yang dilindungi hukum,” demikian bunyi pernyataan mereka berdua.

Kampanye boikot Israel yang dilancarkan BDS merupakan bagian dari gerakan internasional untuk menekan pemerintah Israel untuk menghentikan pembangunan pemukiman yahudi ilegal di wilayah pendudukan.

Saat ini lebih dari 500.000 warga Israel tinggal di pemukiman-pemukiman ilegal di wilayah Palestina yang diduduki sejak tahun 1967. Meski mendapat kecaman dari dunia internasional termasuk dari sekutu-sekutu utamanya, Israel terus saja melanjutkan pembangunan pemukiman-pemukiman yahudi di wilayah pendudukan.

Isu pemukiman yahudi merupakan salah satu penghambat utama perundingan damai Palestina-Israel.(ca/press tv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*