Tel Aviv, LiputanIslam.com–Rezim Israel dilaporkan berencana memperburuk kondisi penahanan warga Palestina dengan adanya larangan memasak, pembatasan kunjungan dan penggunaan air.

Menteri Keamanan Publik Israel, Gilad Erdan, mengumumkan rencana ini pada hari Rabu (2/1). Menurutnya, “memperburuk kondisi penjara bagi teroris diperlukan untuk menciptakan pencegahan dan untuk memenuhi kewajiban moral kita kepada para korban teror dan keluarga mereka.”

Menurut laporan Jerusalem Post, di bawah aturan baru ini, para tahanan tidak bisa lagi memasak untuk diri sendiri di dalam sel. Menteri Erdan mengklaim, hak memasak ini memberikan keuntungan yang tidak adil bagi tahanan yang seharusnya menerima makanan apa pun yang disajikan kepada mereka.

Peralatan memasak akan disita dan “uang kantin” yang dikirim oleh organisasi HAM dan kerabat tahanan akan dikurangi secara drastis.

Mengenai aturan pembatasan air, Erdan mengklaim para tahanan Palestina menggunakan air berlebihan, atau “lima kali atau lebih” dari jumlah air yang rata-rata digunakan warga Israel dalam sehari.

Selain itu, akan ada pembatasan kunjungan keluarga dan pelarangan kunjungan anggota parlemen Israel.

Aturan baru ini dikecam oleh sejumlah organisasi HAM Palestina, yang menilai kebijakan tersebut akan membuat kehidupan para tahanan “tak tertahankan”.

“Apa yang dinyatakan Erdan [tentang tahanan Palestina] tidak lebih dari bentuk kegagalan politik di mana para tahanan ini dimanfaatkan untuk meraih kekuasaan antar para kandidat partai-partai Israel,” kata ketua Komisi Tahanan Palestina, Qaddoura Faris, kepada media Wafa. (ra/rt)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*