Tepi Barat, LiputanIslam.com—Rezim Israel dilaporkan akan melelang dua ruang kelas darurat yang didonasikan oleh Uni Eropa kepada anak-anak sekolah Palestina.

Menurut laporan yang dirilis oleh media Inggris, Guardian, kelas-kelas yang telah dirubuhkan dan disita oleh pasukan Israel pada bulan Oktober tahun lalu itu akan dijual minggu depan.

Kelas-kelas ini diperuntukkan bagi 49 siswa Palestina usia sekolah dasar di desa Ibziq, kawasan pendudukan Tepi Barat.

Sebuah iklan yang diterbitkan dalam harian berbahasa Ibrani Israel, Maariv, menyebutkan bahwa penjualan itu akan dilakukan di kantor-kantor Administrasi Sipil Israel di seluruh Tepi Barat.

Pada saat kelas-kelas itu dihancurkan pada tahun lalu, wakil Uni Eropa untuk Yerusalem al-Quds dan Ramallah mengecam tindakan tersebut. Mereka menuntut pihak berwenang Israel untuk membangun kembali bangunan itu di tempat yang sama “tanpa penundaan.”

“Setiap anak memiliki hak untuk mengakses pendidikan dan negara memiliki kewajiban untuk melindungi, menghormati, dan memenuhi hak ini, dengan memastikan bahwa sekolah adalah ruang aman yang tidak dapat diganggu-gugat bagi anak-anak,” tegas mereka.

“[Uni Eropa] meminta pemerintah Israel untuk menghentikan pembongkaran dan penyitaan rumah-rumah dan properti Palestina, sesuai dengan kewajibannya sebagai kekuatan pendudukan di bawah hukum kemanusiaan internasional,” tambah mereka.

Israel beralasan, kelas-kelas darurat itu dibangun di Area C tanpa memperoleh izin sebelumnya dari Koordinator Kegiatan Pemerintah di Wilayah (COGAT), sebuah unit di kementerian urusan militer Israel yang mengawasi masalah sipil di wilayah Palestina.

Area C terdiri dari sekitar 61 persen dari seluruh Tepi Barat dan secara langsung dikendalikan oleh COGAT. Badan itu menuntut izin untuk proyek pembangunan oleh warga Palestina. Namun, sebagian besar permintaan izin  selalu ditolak.

Pada akhir Agustus lalu, Dewan Pengungsi Norwegia (NRC) melaporkan bahwa anak-anak Palestina di wilayah-wilayah pendudukan ditolak menjalani pendidikan karena rezim Israel terus melanjutkan kebijakan penghancuran sekolah yang baru dibangun.

NRC mengatakan, sekitar 55 sekolah di Tepi Barat, yang sebagian besar dibangun dengan dana dari negara-negara anggota UE dan lainnya, diancam dengan pembongkaran dan perintah penghentian akivitas oleh otoritas Israel. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*