Tel Aviv, LiputanIslam.com—Lembaga The Palestinian Center for Development and Media Freedoms (MADA) mengungkapkan bahwa militer Israel melakukan 84 pelanggaran terhadap jurnalis Palestina selama bulan Mei lalu.

Dalam sebuah laporan yang dirilis pada Minggu (9/6) kemarin, MADA menyebut angka pelanggaran ini meningkat tajam dibandingkan bulan sebelumnya. Pada bulan April, sebanyak 19 pelanggaran yang terdokumentasikan oleh lembaga itu.

Beberapa pelanggaran yang dilakukan adalah penutupan akun Facebook milik 65 jurnalis dan aktivis Palestina pada 23 dan 24 Mei, penghancurkan kantor-kantor berita Anadolu oleh pesawat militer, dan penembakan fotografer jurnalis, Mohammed Mahmoud Hassan, ketika sedang meliput aksi protes perampokan tanah di desa Kfar Qaddum, pada Mei 10.

Di hari yang sama, dua jurnalist bernama Abdel Rahim (42), Mohammed Khatib, dan Ramzi Hatem al-Shukrit (35), juga terluka ketika sedang meliput aksi demo Great March of Return di perbatasan Rafah. Salah satu dari mereka terkena peluru logam berlapis karet, yang lain terkena gas air mata.

Pada tanggal 12 Mei, tentara Israel menangkap tujuh jurnalis dan aktivis HAM di wilayah Jordan Valley utara. Penangkapan itu diduga dilakukan untuk mencegah para jurnalis dan aktivis meliput deportasi para petani dan warga Palestina yang tinggal di sana.

Laporan lain mencatat, tentara Israel melarang jurnalis dari televisi satelit al-Ghad, Munther Mohammed Shehadeh al-Khatib, untuk merekam kegiatan shalat warga Palestina di Yerusalem al-Quds di hari Jumat terakhir bulan Ramadhan. Para tentara mengancam akan menghancurkan kamera al-Khatib dan memaksanya untuk meninggalkan daerah itu. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*